PROSPEK MEDIA PENYIARAN SEBAGAI WAHANA DAKWAH


Oleh:
Nurdin, M.Pd

Abstrak: Media dakwah adalah segala sesuatu yang berupa alat, perantara, dan sarana yang digunakan dalam kegiatan dakwah yang menjadi penunjang dalam kelangsungan proses penyampaian pesan dari komunikan (da’i) kepada khalayak (mad’u) secara efektif.
Urgensi medai dakwah dalam Islam adalah mempermudah suatu proses pelaksanaan penyampaian pesan dakwah secara efektif. Dengan adanya aneka macam media, seorang da’i dapat memilih dan menggunakan media yang tepat dalam menyampaikan pesan yang disampaikan dan dengan media dakwah komunikan dapat merasa dekat dengan khalayak.
Ada berbagai macam sarana/media yang sering digunakan dalam penyampaian pesan dakwah maupun komunikasi secara umum. Namun yang perlu diketahui bahwa dengan aneka macam dan ragam sarana/medai dakwah, kita dapat melihat, menerima, dan memilih berbagai macam pesan dakwah dalam Islam.

Kata Kunci: media penyiaran

Pendahuluan
Dakwah adalah kewajiban setiap muslim (H.A. Mukti Ali, 1987: 71-97) yang harus dilakukan secara berkesinambungan, yang bertujuan kahir mengubah perilaku manusia berdasarkan pengetahuan dan sikap yang benar yakni untuk membawa manusia mengabdi kepada Allah swt. secara total (Deddy Mulyana, 1999: 54). Sebagai suatu aktivitas, dakwah berupaya mengubah suatu situasi tertentu kepada situasi yang lebih baik menurut ajaran Islam. Dengan kata lain dakwah, berarti menyampaikan konsepsi Islam kepada manusia mengenai pandangan dan tujuan hidup di dunia ini (Endang Saifuddin Anshari, 1969: 85).
Tampaknya, dakwah yang dimaksudkan tersebut merupakan aktualisasi iman (teologis) yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kegiatan manusia beriman secara sistematis, untuk memberikan sugesti cara berpikir dan bertindak dalam kerangka individu dan sosial sesuai ajaran Islam (Bisry Hasanuddin, Ed., 1991: 233). Jadi, dakwah hendaknya ditujukan untuk memberikan dasar filosofis bagi eksistensi masyarakat baru, memberikan arah perubahan menuju tatanan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah swt. dan meletakkan Islam sebagai etos kerja yang dengan sendirinya menempatkan agama sebagai penggerak perubahan sosial (Amrullah Ahmad, 1985: 286).
Dakwah adalah usaha secara sadar yang dilaksanakan oleh individu/kelompok. Dakwah perlu dikelola secara profesional agar berhasil secara efektif dan efisien. Pengelolaan kegiatan dakwah memerlukan administrasi dan manajemen dakwah yang baik sehingga terjadi perubahan perilaku audience yang menjadi sasaran dakwah (Mulia, MA, APU, 2000: 43).
Dengan demikian, dakwah adalah suatu proses yang kompleks. Proses dakwah terjadi karena adanya interaksi antara sejumlah unsur, dimana unsur-unsur yang dimaksud meliputi; dai (komunikator) atau penyampai dakwah, penerima/pendengar, lingkungan dan sarana/media dakwah.
Unsur-unsur tersebut merupakan sebuah sistem yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya dalam suatu aktivitas dakwah. Keberhasilan dakwah sangat ditentukan oleh peran dari semua unsur tersebut. Salah satu unsur yang sangat menunjang di dalam proses berlansungnya dakwah yang dikenal pula dengan istilah media dakwah.
Pengertian Sarana/Media dakwah
Kata sarana sering juga diartikan sama dengan “media” yang berasal dari bahasa latin “medius” yang berarti “perantara”. Secara etimologis sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan (Depdikbud, 1990: 784).
Secara terminologi, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan komunikator kepada khalayak (Hafied Cangara, 2000: 131). Menurut Dr. Hamzah Ya’qub, yang dimaksud media dakwah adalah alat objektif yang menjadi saluran yang menghubungkan ide dengan umat, suatu elemn yang vital dan merupakan urat nadi dalam totaliteit dakwah (Hamzah Ya’qub, 1992: 47). Sedangakn menurut Dr. Wardi Bachtiar, media dakwah adalah peralatan yang dipergunakan untuk menyampaikan materi dakwah (Wardi Bachtiar, 1997: 35).
Dari beberpa pendapat di atas maka dapat diberikan pengertian secara perasional dari media dakwah yaitu segala sesuatu yang dipergunakan atau menjadi pwenunjang dalam berlansungnya pesan dari komunikan (da’i) kepada kalayak. Atau dengan kata lain bahwa segala sesuatu yang dapat menjadi penunjang/alat daLam proses dakawah yang berfungsi mengefektifkan penyampaian ide (pesan) dari komunikator (da’i) kepada komunikan (khalayak).

Urgensi Sarana/Media Dakwah
Dakwah sebagai suatu kegiatan komunikasi keagamaan dihadapkan kepada perkembangan dan kemajuan teknlogi komunikasi yang semakin canggih, memerlukan suatu adapasi terhadap kemajuan itu. Artinya dakwah dituntut untuk dikemas dengan terapan media komunikasi sesuai dengan aneka mad’u (komunikan) yang dihadapi (M. Bahri Ghazali, 1997: 33).
Laju perkembangan zaman berpacu dengan tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak terkecualli teknologi komunikasi yang merupakan suatu sarana yang menghubungkan suatu masyarakat dengan masyarakat di bumi lain. Kecanggihan teknologi komunikasi ikut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia termasuk di dalamnya kegiatan dakwah sebagai salah satu pola penyampaian informasi dan upaya transfer ilmu pengethauan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses dakwah bisa terjadi dengan menggunakan berbgai sarana/media, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat memungkinkan hal itu. Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berdampak positif sebab dengan demikian pesan dakwah dapat menyebar sangat cepat dengan jangkauan danz tempat yang sangat luas pula.
Dalam suatu proses dakwah, seorang juru dakwah (da’i) dapat menggunakan berbagai sarana atau media. Salah satu unsur keberhasilan dalam berdakwah adalah kepandaian seorang da’i dalam memilih dan menggunakan sarana atau media yang ada (Adi Ssasono, Didin Hafiudin, A.M. Saefuddin et. all., 1998: 154).
Untuk mencapai sasaran dakwah da’i dapat memilih salah satu atau gabungan dari beberapa media, bergantung pada tujuan yang ingin dicapai, pesan yang disampaiakn dan teknik yang dipergunakan. Mana yang terbaik dari sekian banyak media itu tidak dapat ditegaskan dengan pasti sebab masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan (Onong Uchjana Effendy, 2000: 37).
Dalam arus modernisasi ini, para da’i harus mampu menyesuaian diri dengan mempergunakan serta memanfaatkan media itu. Di negara-negara barat dan di negara-negara maju, banyak dijumpai penggunaan media ini dalam misi relegius yang diselenggarakan oleh perkumpulan keagamaan, baik melalui media cetak maupun elektronik (Djamalul Abidin, 1996: 122).
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapatlah diketahui bahwa kepentingan dakwah terhadap adanya sarana atau media yang tepat dalam berdakwah sangat urgen sekali, sehingga dapat dikatakan dengan sarana/media dakwah akan lebih mudah diterima oleh komunikan (mad’unya).
Pemanfaatan sarana/media dalam kegiatan dakwah mengakibatkan komunikasi antara da’i atau sasaran dakwahnya akan lebih dekat dan mudah diteima. Oleh karena itu aspek dakwah sangat erat kaitannya dengan kondisi sasaran dawah, artinya keragaman sarana/media dakwah harus sesuai dengan apa yang dibentuk oleh sasaran dakwah. Begitu pula sarana/media dakwah ini juga memerlukan kesesuian dengan bakat dan kemampuan da’inya, artinya penerapan media harus didukung oleh potensi da’i sebab sarana atau media dakwah pada dasarnya sebagai menyampaikan pesan-pesan dakwah terhadap mad’unya.

Macam-Macam Media Dakwah
Bedasarkan pengertian media dakwah sebelumnya bahwa media adalah segala sesuatu yang menjadi perantara, maka ada beberapa macam media yang digunakan dalam suatu proses dakwah dengan merujuk kepada pendapat beberpa pakar, yaitu:
Hamzah Yaqub membagi sarana/media yang dikatakan sebagai wasilah dakwah itu menjadi lima macam yaitu: lisan, tulisan audio, visual dan akhlak. Secara umum pembagian Hamzah Yaqub ini tergolong dalam tiga sarana yaitu sebagai berikut:
1. Spoken words, yaitu jenis media dakwah yang berbentuk ucapan atau bunyi yang ditangkap dengan indera telinga, seperti radio, telepon dan sebagainya.
2. Printed writing, yaitu media dakwah yang berbentuk tulisan, gambar, lukisan dan sebagainya yang dapat ditangkap dengan indera mata.
3. The audio visual, yaitu media yang berbentuk gambar hidup yang dapat didengar, sekaligus dapat dilihat, seperti TV, Film, Video dan sebagainya ((Adi Ssasono, Didin Hafiudin, A.M. Saefuddin et. all., 1998: 154).

Dari segi sifatnya, media dakwah dapat digolongakan menjadi dua golongan yaitu:
1. Media tradisional yaitu berbagai macam seni pertunjukkan yang secara tradisional dipentaskan di depan umum terutama sebagai hiburan yang memiliki sifat komunikastif; seperti ludruk, wayang, dan drama.
2. Media modern yang diistilahkan juga dengan media elektronik, yaitu media yang dihasilkan oleh teknologi antara lain TV, Radio, Pers dan lain-lain ((Adi Ssasono, Didin Hafiudin, A.M. Saefuddin et. all., 1998: 154).

Said bin Ali Al-Qahthani membagi sarana penunjang keberhasilan dakwah kepada dua bagian, yaitu:
1. Sarana tidak lansung, yaitu berupa persiapan-persiapan yang harus dilakukan seorang da’i sebelum melaksanakan tugas, seperti penguasaan materi/bahan dakwah, kesehatan dan sebagainya.
2. Sarana lansung
Kedua point ini dapat direalisasikan melalui berbagai media, yaitu:
a. Melalui media diskusi kelompok, seminar-seminar yang lazim digunakan mahasiswa atau pelajar bahkan masyarakat umum.
b. Melalui media perorangan (face-to face comunikation) atau nasehat lansung kepada seseorang.
c. Melalui media buku-buku bacaan, brosur-brosur keagamaan, majallah dan surat kabar harian.
d. Melalui media elektronik seperti: TV, Radio, Film, Internet, dan sebagainya (Sain bin Ali al-Qahthani, 1994: 102-104).

Bila dakwah dilihat sebagai salah satu tipe komunikasi secara umum maka menurut M. Bahri Ghazaly, MA, ada beberapa jenis media komunikasi yang dapat digunakan dalam kegiatan dakwah yaitu:

1. Media Visual
Media komunikasi visual merupakan alat komunikasi yang dapat digunakan dengan menggunakan indra penglihatan dalam meangkap datanya. Jadi matalah yang paling berperan dalam pengembangan dakwah. Media komunikasi yang berwujud alat yang menggunakan penglihatan sebaai pokok persoalannya terdiri dari jenis alat komunikasi yang sangat komplit. Media visual tersebut meliputi: film slide, OHP, gambar foto diam, dan komputer.

2. Media Auditif
Media auditif merupakan alat komunikasi yang berbentuk teknologi canggih yang berwujud hardware, media auditif dapat ditangkap melalui indra pendengaran. Perangkat auditif ini pada umumnya adalah alat-alat yang diopersioanalkan sebagai sarana penunjang kegiatan dakwah. Penyampaian materi dakwah melalui media auditif ini menyebabkan dapat terjangkaunya sasaran dakwah dalam jarak jauh. Alat-alat auditif ini sangat efektif untuk penyebaran informasi atau penyampaian kegiatan dakwah yang cenderung persuasif. Alat-alat ini meliputi; radio, tep recorder, telpon dan telegram.

3. Media Audio Visual
Media audio visual merupakan perangkat yang dapat ditangkap melalui indra pendengaran maupun penglihatan. Apabila dibandingkan dengan media yang telah dikemukakan sebelumnya, ternyata media audiovisual lebih paripurna, sebab media ini dapat dimanfaatkan oleh semua golongan masyarakat. Termasuk dalam media ini; movie film, TV, video, media cetak (M. Bahri Ghazali, 1997: 34-44).
Menurut Hafied cangara, media dakwah meruapakn salah satu unsur dalam komunikasi. Media ini dapat digolongkan atas empat macam yaitu:
a. Media antar peribadi; media antar peribadi ini digunakan untuk hubungan perorangan (hubungan antar peribadi), maka media yang tepat digunakan ialah curir (utusan), surat dan telepon. Kurir banyak digunakan pada zaman dahulu kala untuk menyampaikan pesan, misalnya Rasulullah Saw yang sering menggunakan pesan-pesan khusus dalam menyampaikan dakwahnya berupa utusan atau surat-surat kepada raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Namun hingga sekarang pun kurir berupa jasa pos masih banyak digunakan.
b. Media kelompok; adalah aktivitas komunkasi yang melibatkan khalayak lebih dari 15 orang. Media komunikasi yang banyak digunakan dalam media kelompok misalnya; rapat, seminar, konprensi dan majelis taklim. Forum seminar misalnya masih banyak digunakan dalam menyampaikan pesan-pesan dakawah oleh para kademisi dan cendekiawan dalam menyampaikan berbagai pendapat tentang perkembangan yang terjadi pada saat ini khususnya berbagai aspek yang terkait dengan perkembangan dunia Islam.
c. Media publik; kalau khalayak sudah lebih dari dua ratusan orang maka media komunikasi yang digunakan biasanya disebut media publik. Misalnya tabligh akbar, rapat akabar, rapat raksasa, dan semacamnya.
d. Media massa; adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis, seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Karakteristik media massa ini adalah:
1) Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang.
2) Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialogh antara pengirim dan penerima.
3) Meluas dan serempak, artinya dapar mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan. Bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang pada saat yang sama.
4) Memakai peralatan teknis dan mekanik
5) Bersifat terbuka artinya pesan dapat diterima oleh sapa saja dan dimana saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin dan suku bangsa. Demikianlah penguraian tentang berbagai macam jenis saana dakwah atau media komunkasi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun ada berbagai macazm dan ragam, namun kesemunaya merupaakan alat, saran, dan penunjang. Baik dalam pelaksanaan dan efektifiatas penyampaian pesan danateri dakwah kepada umat maupun dalam berkomunikasi dalam artian secara umum.

Penutup
Sarana atau media dakwah adalah segala sesuatu yang berupa alat, perantara, dan sarana yang digunakan dalam kegiatan dakwah yang menjadi penunjang dalam kelanssungan proses penyampaian pesan dari komunikan (da’i)kepada khalayak (mad’u) secara efektif.
Urgensi sarana/medai dakwah dalam Islam adalah mempermusah suatu proses pelaksanaan penyampaian pesan dakwah secara efektif. Artinay dengan adanya aneka maacam sarana/ media ini seorang komunikan (da’i) dapat memilih dan menggunakan sarana/media yang tepat dalam menyampaiakan pesan yang disampaiakn dan dengan saran/media dakwah komunikan dapat merasa dekat dengan khalayak.
Ada berbagai macam sarana/media yang sering digunakan dalam penyampaian pesan dakwah maupun komunikasi secara umum. Namun yang perlu diketahui bahwa dengan aneka macam dan ragam sarana/medai dakwah, kita dapat melihat, menerima, dan memilih berbagai macam pesan dakwah dalam Islam.

Daftar Pustaka
Ali, H.A. Mukti. Beberapa Persoalan Agama Dewasa ini. Jakarta; Rajawali Press, 1987
Mulyana, Deddy. Nuansa-Nuansa Komunikasi; Meneropong budaya Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999.
Anshari, Endang Saifuddin. Pokok-Pokok Pikiran tentang Islam. Bandung: CV. Pelajar, 1969.
Hasanuddin. Bisry, Ed. Ilmu dan Budaya; Dakwah di Era Informasi, Jurnal No. 3 Des. 1991, Th. XIV.
Ahmad, Amrullah Ed., Dakwah Islam dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: PLP2M, 1985.
Mulia, MA, APU. Pedoman Dakwah Muballighat Menuju Masyarakat Madani. Jakarta: Korp Wanita Mejelis Dakwah Islam, 2000.
Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1990.
Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000.
Ya’qub, Hamzah. Publisistik Islam, Teknik dakwah & Leadership. Bandung: CV. Diponegoro, 1992.
Bachtiar, Wardi. Medologi Penelitian Ilmu Dakwah. Jakarta: Logos, 1997.
Ghazali, M. Bahri. Membangun Kerangka Dasar Ilmu Komunikasi Dakwah. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997.
Adi Sasono. Didin Hafiudin, A.M. Saefuddin et. all. Solusi Islam atas Problematika Umat: Ekonomi, Pendidikan dan Dakwah. Jakarta: Gema Insani Press, 1998.
Effendy, Onong Uchjana. Ilmu komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.
Abidin, Djamalul. Komunikasi dan Bahasa Daerah. Jakarta: Gema Insani Press, 1996.
al-Qahthani, Sain bin Ali. al-Hikmah fi al-Dakwah ila Allah Ta’ala, dialih bahasakan oleh Masykur Hakim. Dakwah Islam Dakwah Bijak. Jakarta: Gema Insani Press, 1994.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: