Evaprodi BPI


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, dzat yang dalam genggaman-Nya berada segala sesuatu. Atas hidayah, dan taufiq-Nyalah sehingga penyusunan laporan Evaluasi Diri program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari ini dapat diselesaikan dengan baik walau di sana sini masih terdapat banyak kekurangan.
Pada intinya Evaluasi diri ini merupakan analisis dan refleksi mengenai kinerja dan segala perangkat yang ada pada program studi program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari. Laporan ini disusun berdasarkan kondisi obyektif yang ada pada program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari sebagai rujukan dalam pengembangan kualitas serta performance program studi Bimbingan Penyuluhan Islam serta penilaian pihak eksternal dalam bentuk akreditasi. Dengan demikian maka Evaluasi Diri ini bukan hanya merupakan informasi yang dikemas untuk kepentingan advertensi semata-mata, akan tetapi lebih merupakan keseluruhan profil yang disusu berdasarkan pertimbangan berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang ada di program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari.
Keberadaan laporan Evaluasi Diri ini merupakan hasil kerja keras Tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua STAIN Sultan Qaimuddin Kendari Nomor Sti.09/SK/053/2008 tanggal 21 Juni 2008. Dalam proses penyusunan Evaluasi Diri program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari ini melibatkan banyak pihak yang secara kolaboratif bekerjasama sesuai dengan tupoksi masing-masing baik langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, Tim penyusunan laporan Evaluasi Diri program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari ini ingin mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada:
 Ketua STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan para Pembantunya yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahannya sehingga penyusunan Evaluasi diri program studi ini dapat terselesaikan.
 Ketua Jurusan Dakwah, Kepala P3M, Kepala PSB dan Kepala Perpustakaan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari yang telah banyak membantu dalam menyediakan data yang kami perlukan.
 Semua pihak, khususnya bagian akademik yang telah banyak membantu dalam menyediakan data yang dibutuhkan dalam penyusunan penyusunan Evaluasi diri program studi ini.
Demikian laporan Evaluasi Diri ini dibuat berdasarkan kenyataan dan keadaan yang sebenarnya. Harapan kami, gambaran obyektif ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan oleh pihak asesor dalam melakukan penilaian. Terimakasih.

Kendari, 27 Juni 2010
Ketua Jurusan Dakwah STAIN Kendari

Akhmad Sukardi, S.Ag., M.Sos.I
NIP.19721204200003 1 001
DAFTAR ISI

Kata Pengantar 2
Daftar Isi 3
Rangkuman Eksekutif 4
Susunan Tim Evaluasi Diri Beserta Deskripsi Tugasnya 6
I. Deskripsi SWOT 7
A. Jatidiri, Misi, Sasaran dan Tujuan 7
B. Kemahasiswaan 11
C. Dosen dan Tenaga Pendukung 15
D. Kurikulum 18
E. Saran dan Prasarana 19
F. Pendanaan 20
G. Tata Pamong (Governance) 22
H. Pengelolaan Program 23
I. Proses Pembelajaran 25
J. Suasana Akademik 28
K. Sistem Informasi 30
L. Sistem Jaminan Mutu 32
M. Penelitian, Publikasi, Tesis-Disertasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat 33
N. Lulusan dan Keluaran Lainnya 35
II. Analisis SWOT 36

RANGKUMAN EKSEKUTIF

Rangkuman ini menggambarkan secara sekilas lima indikator kelayakan (five threshold indicators) Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, yang meliputi: Penyelenggaraan, Infrastruktur, Pendanaan, Sumber Daya Manusia, dan Sistem Informasi.

1. Penyelenggaraan
Penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam berdasarkan pada visi, misi, tujuan serta sistem program yang telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar dalam proses perjalanannya mencerminkan kemajuan yang berarti, sesuai dengan visi utamanya, yakni membangun sumber daya manusia yang profesional, memiliki komitmen moral tinggi, dan memiliki kesiapan dalam menghadapi dunia yang dinamis dan penuh persaingan.

Materi bimbingan dan pembelajaran yang diberikan untuk mempersiapkan peserta didik ke dunia persaingan global yang telah disebutkan di atas terdiri dari kurikulum muatan lokal yang sejalan dan seiring dengan perubahan dan perkembangan jaman, di samping kurikulum nasional yang telah ditetapkan oleh pusat. Kurikulum program studi Bimbingan Penyuluhan Islam ini didesain dengan rentang beban antara 156 – 160 SKS. Sistem Kredit Semester (SKS) tersebut terdistribusi pada beberapa kelompok mata kuliah, sebagai berikut :
a. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) terdiri dari 21 SKS
b. Mata Kuliah Keahlian dan Keterampilan (MKK) terdiri dari 55 SKS
c. Mata Kuliah Kemampuan Berkarya (MKB) terdiri dari 61 SKS
d. Mata Kuliah Perilaku Dalam Berkarya (MPB) terdiri dari 15 SKS
e. Mata Kuliah Kemampuan Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) terdiri dari 8 SKS

2. Infrastruktur
Fasilitas yang dimiliki oleh program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari cukup memadai dalam proses penyelenggaraan kegiatan akademik, baik perkuliahan maupun kegiatan organisasi mahasiswa. Gedung perkuliahan, perkantoran, perpustakaan, dan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dibangun pada satu area. Kondisi ini mendukung bagi terbangunnya kemitraan antar komponen untuk berkomunikasi serta terciptanya iklim akademik yang kondusif.

Secara rinci fasilitas yang membantu bagi aktivitas pembelajaran program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) adalah :
1. Seluruh kelas dilengkapi dengan fasilitas belajar, seperti meja kursi yang memadai, white board dan penerangan dalam menunjang proses belajar mengajar.
2. Ruang program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan sekaligus tempat memantau kegiatan akademik, serta tempat bimbingan dan konsultasi mahasiswa bimbingan dan penyuluhan.
3. Perpustakaan yang mengoleksi berbagai referensi dan buku, yang mengkaji persoalan Bimbingan dan Penyuluhan Islam.
4. Jurnal kajian ilmu-ilmu Komunikasi dan Bimbingan Islam (terakreditasi) yang terbit dua kali setahun. Jurnal ini merupakan bagian penting bagi pengembangan wawasan keilmuan dan kemampuan menulis dosen program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Jurusan Dakwah.
Dalam pengembangan perpustakaan pada setiap tahun diadakan penambahan jumlah dan koleksi buku/kitab, terutama literatur yang sulit diperoleh dan berbahasa asing.

3. Pendanaan
Dana penyelenggaraan proses belajar mengajar yang dibutuhkan oleh program studi bimbingan dan penyuluhan Islam tersedia secara rutin dan cukup. Pendanaan ini berasal dari DIPA dan sumbangan dari mahasiswa. Dana yang tersedia dipandang cukup mengingat pengelolaan program studi dilakukan oleh dosen dan karyawan yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Dengan demikian, dana yang ada dapat dipergunakan untuk pengembangan program studi.

4. Sumber Daya Manusia
a. Dosen
Dosen program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari sudah rasional jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa. Mereka terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Dosen tetap Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Kendari terdiri dari 13 orang. Seorang diantaranya telah menyelesaikan S3. Selain itu, 10 orang telah menyelesaikan S2. Lulusan S1 2 orang. Sedangkan dosen tidak tetap terdiri dari 11 orang. Seorang yang berpendidikan S3dan telah menyelesaikan S2 10 orang, Dosen-dosen tersebut berdomisili di Kota Kendari sehingga memudahkan jalur komunikasi dan konsultasi bagi mahasiswa. Dosen-dosen tersebut rata-rata memiliki sikap terbuka sehingga terjalin interaksi dan komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Kondisi ini mendukung terciptanya kondisi akademik yang kondusif serta menciptakan persaingan yang sportif.

b. Karyawan
Karyawan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah ini terdiri dari 6 orang, baik laki-laki maupun perempuan. Dari aspek pendidikan formal, lulusan S1 2 orang, lulusan S2 2 orang sedangkan cleaning service ada 2 orang, 1 orang lulusan S1, 1 orang tamatan SD. Dalam rangka peningkatan kualitas kerja, maka dilakukan evaluasi baik internal maupun eksternal. Selain itu, secara berkala diadakan pertemuan-pertemuan bulanan antar dosen dan para karyawan dalam rangka pembinaan dan keseragaman untuk meningkatkan dan mengembangkan Jurusan Dakwah secara bersama-sama.

c. Mahasiswa
Dalam rangka penyaringan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam dilakukan melalui standar akademik dan administrasi. Hal ini disebabkan karena masing-masing mahasiswa memiliki latar belakang yang berbeda. Standar penjaringan mahasiswa tersebut melalui jalur seleksi (tes masuk) dan jalur tanpa seleksi (penelusuran dan seleksi siswa berprestasi-PSSB).

Hasil penjaringan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam ini sangat variatif. Hal ini diketahui dari latar belakang pendidikan SLTA mahasiswa program studi yang terdiri dari lulusan MAN/MAS, SMU dan SMK (SLTA umum 68% dan SLTA agama 32%). Dengan latar belakang lulusan yang berbeda ini melahirkan kemampuan akademik yang berbeda-beda, seperti yang lulusan MAS/MAN belum tentu pendidikan agamanya lebih baik, karena terdapat mahasiswa program studi yang berasal dari lulusan SMU memiliki kemampuan agama bagus, seperti kemampuan dalam bahasa Arab.

Jika dilihat dari asalnya, mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) mayoritas berasal dari pedesaan setiap daerah di Sulawesi Tenggara. Latar belakang pendidikan dan asal daerah mahasiswa yang berbeda ini diharapkan berimplikasi positif dalam pengembangan budaya dan karakter mahasiswa dalam rangka peningkatan kualitas diri mahasiswa.

5. Sistem Informasi
Penyelenggaraan pendidikan pada program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) menggunakan fasilitas dan teknologi yang cukup memadai, seperti adanya jaringan telepon sehingga mempermudah dalam mengakses informasi melalui internet, E-mile, penggunaan program on line dalam pelayanan administrasi akademik, serta sistem pembelajaran dengan menggunakan in focus. Dengan adanya internet yang berbasis wireless sehingga sebagian besar dosen dan mahasiswa dapat mengakses internet.Bagi yang tidak memiliki perangkat wireless maka STAIN Sultan Qaimuddin Kendari juga menyediakan tempat akses internet di Pusat Komputer STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.

SUSUNAN TIM EVALUASI DIRI BESERTA DESKRIPSI TUGASNYA
 Penanggung Jawab
Akhmad Sukardi, S.Ag., M.Sos.I (Ketua Jurusan Dakwah)
(Tugas: memberikan pengarahan dan saran)
 Koordinator Evaluasi Diri
Mansur, S. Ag., M. Pd. (Ketua Prodi BPI)
Dra. Rahmawati., M.Pd (Sekretaris Jurusan Dakwah)
(Tugas: mengkoordinir seluruh kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaporan hingga laporan)
 Anggota
Hasan Basri, S.Ag., M. Pd. I
Sitti Fauziah M, S.Ag., M. Pd
Samrin, S.Ag., M. Pd. I
Aminuddin, S.Ag
Tugas Anggota:
 Evaluasi pelaksanaan kemahasiswaan
 Evaluasi pelaksanaan administrasi dan pendanaan serta pengumpulan kelengkapan data Evaluasi Program Studi
 Evaluasi pelaksanaan akademik pengeolahan data akademik kemahasiswaan
 Pakar Sejawat
1. Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, M.A.
2. Drs. Susdiyanto, M.Si.
3. Prof. Dr. H. Abd. Kadir Gassing, M.A.

DESKRIPSI SWOT
KOMPONEN A
JATIDIRI, VISI, MISI, SASARAN DAN TUJUAN

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Qaimuddin Kendari kini telah berusia 13 tahun, yang pada awalnya merupakan embrio dari Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Kendari. STAIN Sultan Qaimuddin Kendari sebagai suatu Lembaga Pendidikan Tinggi Islam satu-satunya di Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengalami perjalanan panjang yaitu peralihan dari Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Kendari.

Selama kurun waktu 40 tahun, dalam perkembangannya, Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Kendari telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak 9 kali yaitu:
1. K.H. Baedawi (1967-1971)
2. Drs. Marwan Aidid (1972-1976)
3. Drs. H. M. Amir Said (1977-1978)
4. Drs. H. Marwan Aidid (1978-1981)
5. H. Abd. Karim Aburaera, SH. (1981-1987)
6. Drs. Ali Badu (1987-1992)
7. Drs. Hunain Quraisy (1992-1994)
8. Drs. H. Danawir Ras Burhany (1994-1995)
9. Drs. M. Syuaib Mallombasi (1996-1997)

Di antara dekan-dekan tersebut ada yang menjabat secara formal dengan SK Menteri Agama dan ada yang menjabat dengan SK Rektor IAIN Alauddin Makassar, bahkan ada beberapa orang sebagai pelaksana tugas Dekan.

Pada waktu Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Kendari dijabat oleh Drs. M. Syuaib Mallombasi banyak usaha peningkatan status dari Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Kendari menjadi IAIN yang berdiri sendiri. Usaha tersebut belum membawa hasil karena belum didukung berbagai persyaratan terutama masalah ketenagaan yang secara kuantitatif dan kualitatif belum memadai. Bagai gayun bersambut, seiring dengan upaya tersebut, munculnya kebijakan Menteri Agama RI untuk mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri di berbagai daerah, yang selanjutnya ditindaklanjuti Keputusan Presiden RI mengenai pendirian STAIN.

Berdasarkan KEPPRES No. 11/1997 tanggal 12 Maret 1997 dan Keputusan Menteri Agama RI No. 293 tanggal 16 Juni 1997 Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Kendari beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), telah berstatus mandiri yang ditandai dengan penyerahan kepemimpinan dari Drs. Saleh Putuhena selaku Rektor IAIN Alauddin Makassar kepada Drs. M. Syuaib Mallombasi sebagai Ketua STAIN Kendari yang pertama pada tanggal 17 Juni 1997.

Dalam perkembangannya selama kurun waktu 13 tahun telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak 7 kali yaitu:
1. Drs. M. Syuaib Mallombasi (1997-2001)
2. Drs. H. La Ode Kaimuddin (2001-2002)
3. Drs. H. M. Ishak, M.Ag. (2002-2005)
4. Arief Furqan, Ph.D (Maret 2005-Okt 2005)
5. Drs. M. Daming K, M.Ag. (2005-Agust 2007)
6. Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, M.A. (Sept 2007-Feb 2009)
7. Dr. H. Nur Alim, M.Pd. (Feb 2009 s/d sekarang)

Dalam kepemimpinan Ketua STAIN Kendari sekarang ini masyarakat Sulawesi Tenggara yang mayoritas beragama Islam menaruh harapan besar agar STAIN Kendari dapat beralih status menjadi IAIN. Hal tersebut sejalan dengan komitmen para pimpinan PTAI se-Indonesia yang ditandai dengan Deklarasi Khatulistiwa di Pontianak pada tanggal 29 Maret 2006 yang isinya adalah perubahan status kelembagaan dari STAIN menjadi IAIN adalah suatu keharusan. Oleh sebab itu langkah strategis yang dilakukan oleh pimpinan sekarang ini adalah mengubah image STAIN yang kerap dilanda komflik menjadi STAIN berakhlakul karimah dan saling menghargai. Upaya ini dimulai dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam rangka membina keakraban dan saling menghormati serta kegiatan akademik yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu tenaga kependidikan dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam peningkatan mutu pendidikan baik yang bersentuhan dengan mahasiswa maupun dosen, staf maupun kelembagaan.

Jurusan Dakwah merupakan pelaksana akademik pada STAIN yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan atau profesional dalam sebagian atau satu cabang ilmu pengetahuan dan seni yang bernafaskan Islam. Untuk menyelenggarakan tugas tersebut Jurusan Dakwah mempunyai fungsi penyusunan rencana dan program kerja jurusan, pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, pelaksanaan administrasi, pelaksanaan penilaian prestasi dan proses penyelenggaraan kegiatan, dan penyusunan laporan. Jurusan Dakwah pada tahun 1997 yang terdiri dari dua program studi yaitu Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Dalam perkembangan Jurusan Dakwah telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak empat kali yaitu:
1. Drs. H. Jabbar Abu (1997-2001)
2. Drs. Zainal Prio (2001-2003)
3. Drs. H. Abdurrahman P., M.Si. (2003-2005
4. Drs. Sulaemang L., M.Th.I (2006-2009)
5. Akhmad Sukardi, S.Ag., M.Sos.I (2010 s/d sekarang)

Program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) merupakan pemekaran dari program studi Tarbiyah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Dalam upaya memenuhi tuntutan perkembangan dan perubahan masyarakat, terutama perkembangan dan perubahan sosial keagamaan.

Secara rinci jati diri program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) STAIN Sultan Qaimuddin Kendari adalah :
• Program Studi : Bimbingan Penyuluhan Islam
• Jurusan : Dakwah
• Perguruan Tinggi : STAIN Sultan Qaimuddin Kendari
• Bulan dan Tahun Mulai Penyelenggaraan Prodi : 16 Juni 1997
• Nomor SK Pendirian : Nomor 11 Tahun 1997
• Tanggal SK : 21 Maret 1997
• Pejabat Penanda Tangan SK : Presiden RI

Pada skema, terlihat jelas visi, misi, sasaran dan tujuan program Strata Satu (S1) dan secara khusus program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dapat dijelaskan sebagai berikut:

VISI STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
Menjadi Sekolah Tinggi Islam terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kekokohan aqidah, kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional, dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang bercirikan Islam serta menjadi penggerak kemajuan masyarakat. VISI JURUSAN DAKWAH

Menjadi pusat pengkajian dan pengembangan ilmu dakwah untuk kemaslahatan umat.

MISI STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
1. Mengantarkan mahasiswa memiliki aqidah yang benar dan kedalaman spiritual, keluasan ilmu dan kematangan profesional.
2. Memberikan pelayanan dan peng-hargaan kepada penuntut ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang Islami.
3. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pengkajian dan penelitian ilmiah.
4. Menjunjung tinggi, mengamalkan, dan memberikan keteladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia. MISI JURUSAN DAKWAH

1. Melaksanakan pengkajian dan pengembangan ilmu dakwah dengan ilmu-ilmu terkait dalam pendidikan dan pengajaran.
2. Mengembangkan penelitian ilmu dakwah untuk kepentingan akademik dan masyarakat.
3. Meningkatkan peran serta dalam menyelesaikan persoalan umat.
4. Membangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

TUJUAN STAIN SULTAN QAIMUDDIN KENDARI
1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berkemam-puan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembang-kan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan agama Islam, IPTEK dan seni yang islami.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam IPTEK dan seni yang islami, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. TUJUAN JURUSAN DAKWAH

1. Menyiapkan Sarjana Ilmu Dakwah yang berkemampuan akademik dan profesional serta mampu menerapkan dan mengembangkan kemampuan dalam kehidupan masyarakat.
2. Menyiapkan Sarjana Ilmu Dakwah yang beriman, berakhlak mulia yang sholeh secara pribadi dan shaleh secara sosial.
3. Menyiapkan Sarjana Ilmu Dakwah yang menghargai nilai keilmuan dan kemanusiaan.
4. Bekerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

VISI MISI PROGRAM STUDI BPI

Visi Program Studi BPI

”Terdepan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu-ilmu Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)”

Misi Program Studi BPI

1. Menyelenggarakan ilmu-ilmu keislaman dan bimbingan dan penyuluhan Islam untuk membentuk sarjana berkualitas, profesional dan berakhlakul Karimah.
2. Mengembangkan penelitian dibidang Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI).
3. Meningkatkan peran serta dalam pengabdian pada masyarakat dalam aktivitas dakwah.
4. Memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

SASARAN PROGRAM STUDI BPI
1. Sembilan Puluh Lima Persen dari mahasiswa yang aktif pada akhir semester sedang dan telah melaksanakan tugas akhir.
2. Meluluskan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam sebesar sembilan puluh persen dari jumlah mahasiswa yang aktif pada semester terakhir.

TUJUAN PROGRAM STUDI BPI
Bertujuan menghasilkan sarjana yang mengkhususkan diri dalam bidang kajian ilmu-ilmu Bimbingan Penyuluhan Islam dengan konsentrasi pada bidang Penyuluhan Islam.
(Lampiran 1)

Analisis SWOT:
KEKUATAN • Adanya komitmen yang tinggi dari Jurusan Dakwah dan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari untuk selalu membangun dan mengembangkan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam(BPI) program Strata Satu (S1) Jurusan Dakwah sesuai dengan visi, misi, sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan.
• Jaringan yang erat dengan berbagai pihak, termasuk institusi pemerintahan, institusi pendidikan, badan usaha dan perseorangan yang berkaitan dengan kerja sama pendidikan dan pelatihan pada program Strata Satu (S1).
• Keberadaan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari sebagai salah satu Pelopor pendidikan tinggi pemerintah di wilayah Sulawesi Tenggara yang memiliki lokasi strategis yang mudah dijangkau dari berbagai penjuru.
KELEMAHAN • Kurangnya sosialisasi penyelenggaraan program Strata Satu (S1) kepada masyarakat termasuk program layanan bimbingan dan jasa pelayanan lain yang dapat diberikan.
PELUANG • Meningkatnya hasil lulusan Madrasah Aliyah/Pesantren/SMU dan sederajat lainnya untuk mengikuti program pendidikan tinggi.
• Lokasi kampus yang strategis memberikan kemudahan dan menguntungkan bagi para lulusan Madrasah Aliyah/Pesantren/SMU yang tersebar dalam wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.
• Kewenangan yang lebih luas bagi pendidikan tinggi untuk menyiapkan kurikulum dan program pendidikan yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta pencapaian sasaran dan tujuan pendidikan.
TANTANGAN • Meningkatnya persyaratan dan kualifikasi lulusan yang ingin memasuki lapangan pekerjaan di berbagai bidang, termasuk perlunya penguasaan teknologi informasi yang bersifat terapan.
• Kecenderungan semakin banyaknya institusi pendidikan yang dapat dan mampu memberikan program sejenis, yang menghasilkan tenaga siap pakai di bidang bimbingan penyuluhan Islam.

KOMPONEN B
KEMAHASISWAAN

1. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Calon Mahasiswa
Seleksi penerimaan calon mahasiswa baru program studi Bimbingan Penyuluhan Islam dilakukan melalui standar akademik dan administrasi. Ini disebabkan karena latar belakang pendidikan calon mahasiswa sangat variatif. Secara umum, input yang akan diterima menjadi mahsiswa adalah alumni SLTA, baik dari Madrasah Aliyah (MA) maupun SMU/SMK.

1. Standar akademik ditempuh melalui dua jalur:
a. Jalur seleksi (tes masuk), dengan materi Pengetahuan Agama Islam (PAI), Bahasa Indonesia, bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Pengetahuan Umum.
b. Jalur tanpa tes, antara lain melalui PSSB (Penelusuran dan Seleksi Siswa Berprestasi).
Fasilitas tanpa tes ini diberikan kepada siswa MAN/MAS/Ponpes dengan status “disamakan” yang berpredikat 10 besar di sekolah masing-masing, rangking satu sampai lima bagi siswa MAS dengan status “diakui” dan seluruh lulusan Madrasah Aliyah Keagamaan Negeri (MAKN) serta SMAN unggulan.

2. Standar administrasi meliputi: foto copy ijazah SLTA yang sudah dilegalisir, pas foto, mengisi blanko pendaftaran dan lain sebagainya sebagaimana tercantum dalam buku panduan maupun leflet STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dalam menyelenggarakan ujian tes masuk.

Dengan dua standar tersebut, diharapkan mahasiswa yang diterima ini memang sudah memenuhi berbagai persyaratan akademik dan administrasi yang cukup.

2. Profil Mahasiswa
Secara umum dapat digambarkan bahwa profil mahasiswa ini berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam, yakni lulusan MAN/MAS, MAKN, SMU, SMK. Mahasiswa ini rata-rata memiliki kemampuan yang baik dan memadai tentang dasar-dasar ilmu keislaman. Di samping itu, mereka juga memiliki kemampuan yang cukup tentang Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Kemandirian Akademik. Semua itu merupakan modal penting bagi tercapainya visi dan misi ini.

Tahun Akademik Mahasiswa Mendaftar Daya Tampung Mahasiswa yang Diterima Jumlah Kelulusan IPK Lulusan
Min Rata Mak
2004/2005 4 4 4 4 2,57 3,06 3,55
2005/2006 4 4 4 4 2,66 2,67 2,68
2006/2007 14 14 14 14 3,24 3,31 3,38
2007/2008 7 7 7 7 3,01 2,31 3,61
2008/2009 10 10 10 10 3,03 3,32 3,60
2009/2010 30 40 30 30

Secara akademik, tidak terjadi perbedaan yang signifikan di antara mahasiswa yang terdiri dari latar belakang pendidikan tersebut. Sebab, untuk memasuki STAIN Sultan Qaimuddin ini membutuhkan persyaratan yang sama, menggunakan kurikulum dan diproses dengan menggunakan proses yang sama pula.

Kemudian, bila dilihat dari asal daerahnya, sebagian besar mahasiswa ini berasal dari daerah Kendari dan sekitarnya. Meskipun demikian, ada juga yang berasal dari luar Sulawesi Tenggara.

Adapun latar belakang sosial ekonomi mereka rata-rata berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, seperti petani, nelayan, buruh, meskipun ada juga yang berasal dari kalangan pegawai negeri dan bahkan pengusaha.

3. Keterlibatan Mahasiswa pada Lembaga Kemahasiswaan
Sebagai bagian dari civitas akademika dan internal stakeholders, para mahasiswa ini dilibatkan secara aktif untuk mengevaluasi perkuliahan melalui angket dialog interaktif, dan kotak saran. Di samping itu, mereka jug terlibat secara intensif untuk menghidupkan suasana akademik di lingkungan kampus melalui kegiatan seminar, diskusi dan penelitian.

Lebih dari itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam penentuan kebijakan-kebijakan di tingkat jurusan maupun kelembagaan, terutama yang menyangkut bidang kemahasiswaan akademik. Di tingkat Jurusan Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Demikian juga, Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). Mereka ini aktif memberikan masukan bagi pengembangan kemajuan pembelajaran di STAIN.

4. Bagan Ekstrakurikuler
Di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa diatur dalam Keputusan Ketua STAIN Sultan Qaimuddin Kendari yang meliputi lima aspek, yakni aspek keagamaan dan moral Pancasila, aspek penalaran dan idealisme, aspek kepemimpinan dan loyalitas terhadap agama, bangsa dan Negara serta almamatet, aspek pemenuhan bakat dan minat mahasiswa serta aspek pengabdian kepada masyarakat.

Masing-masing aspek tersebut harus diikuti oleh seluruh mahasiswa, karena keterlibatan mahasiswa tersebut akan dihitung dan diatur dengan Satuan Kredit Kegiatan Ekstrakurikuler (SKK) yang bertujuan sebagai bahan pertimbangan dalam pengusulan beasiswa, penetapan predikat kesarjanaan dan penetapan kualifikasi sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan.
Secara umum mahasiswa ini melakukan kegiatan ekstrakurikulernya dalam dua tingkat yaitu di tingkat lembaga STAIN dan di tingkat jurusan. Ini karena organisasi kemahasiswaan di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari tersebar baik di jurusan maupun di lembaga STAIN. Pembinaan kegiatan ekstrakurkuler mahasiswa selain dilakukan oleh pejabat terkait juga dilakukan oleh dua orang dosen bina SKK STAIN dan Jurusan.

Adapun bentuk organisasi kemahasiswaan di tingkat STAIN meliputi:
• Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
• Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)
• Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdiri dari sebelas unit, yaitu:
 Tabloid
 Pramuka
 Mapala
 Nasyid
 UKM LMP
 Kelompok Studi Mahasiswa
 UKM Bela Negara
 Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
 Paduan Suara
 Studi Bahasa Arab
 Olahraga
Sedangkan bentuk organisasi kemahasiswaan tingkat Jurusan meliputi:
• Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
• Lembaga Dakwah Kampus (LDK)

Organisasi-organisasi kemahasiswaan tersebut adalah organisasi intra kampus yang merupakan bagian dari STAIN Sultan Qaimuddin Kendari sebagai wahana dan sarana pengembangan diri setiap mahasiswa ke arah perluasan wawasan, peningkatan kompetensi dan kecakapan, pembentukan integritas kepribadian, serta penciptaan budaya mahasiswa yang demokratis dan memiliki kepedulian sosial.

5. Keberlanjutan Minat Mahasiswa
Peluang kerja bagi alumni dari program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam ini cukup tersedia. Hal ini bersamaan dengan perkembangan Bimbingan Penyuluhan Islam yang pesat baik berupa gerakan maupun gagasan. Mereka banyak yang berhasil menjadi Penyuluh Agama Kantor KUA. Selain itu, mereka bisa terjun dalam berbagai bidang, sebagai, pemikir, peneliti, maupun praktisi yang berkaitan dengan masalah Penyuluhan Islam. Para lulusan ini telah bekerja menggeluti berbagai profesi seperti sebagai guru dengan mengambil akta 4, peneliti, pengamat, politisi, birokrasi.

Kenyataan inilah yang mendorong semakin meningkatnya peminat di dalam program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam ini. Hal ini bisa dilihat dari angka peminat yang setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan.

6. Pelayanan untuk Mahasiswa
Setelah calon mahasiswa dinyatakan lulus, maka program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam ini mengadakan kegiatan orientasi mahasiswa baru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan awal kepada mahasiswa agar mereka dapat beradaptasi secara cepat dengan iklim keilmuan yang mereka pilih di kampus.

Sedangkan untuk mahasiswa yang kemampuan Bahasa Arab dan bahasa Inggrisnya di bawah standar akademik, mereka diwajibkan mengikuti “Remedial Bahasa” yang diselenggarakan oleh PSB (Pusat Pengembangan Sumber Belajar). Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana kelas belajar yang homogen dengan pengetahuan dasar yang tidak terlalu senjang sehingga memudahkan proses pembelajaran.

Selanjutnya, setiap mahasiswa didampingi oleh Dosen Penasehat akademik yang akan memberikan bimbingan, baik bimbingan akademik maupun bimbingan pribadi. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat merencanakan studi dengan tepat dan dapat selesai studi tepat waktu. Secara periodik penasehat akademik diwajibkan melakukan pertemuan formal dalam proses perwalian untuk mengambil mata kuliah dan memberikan bimbingan yang diperlukan. Di samping itu mahasiswa dapat konsultasi secara mudah untuk memecahkan berbagai masalah yang mereka dihadapi. (Lampiran 2)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Prosedur seleksi mahasiswa yang dilaksanakan secara terpusat di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari melalui BAAK, sehingga Jurusan menerima mahasiswa hasil penyaringan ketat.
• Komitemen yang kuat dari pihak STAIN Sultan Qaimuddin dan Jurusan untuk mensinergikan program akademik dengan program kemahasiswaan.
• Kegiatan mahasiswa didanai secara tetap dari dana kemahasiswaan yang setiap awal tahun akademik dipungut dari mahasiswa.
• Adanya komunikasi antara pihak pimpinan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah dengan pihak mahasiswa, yang memungkinkan mahasiswa dapat mengakses data dan informasi dengan cepat dan sebaliknya juga dapat menyampaikan informasi kepada pihak pimpinan.
• Seleksi mahasiswa baru menerapkan tes tertulis dan secara lisan yang ketat sehingga kualitasnya lebih bagus.
KELEMAHAN • Masih kurang sosialisasi dan kerja sama dengan pihak luar yang berpotensi menjadi sponsor kegiatan kemahasiswaan.
• Kurangnya keterlibatan dan respon dari mahasiswa terhadap sistem informasi yang telah dimiliki oleh program Strata Satu (S1), termasuk masih sangat terbatasnya kemampuan mahasiswa dalam mengakses informasi.
• Belum dimilikinya bursa tenaga kerja atau pusat komunikasi karier sebagai wadah atau media penyaluran lulusan dan Bimbingan Penyuluhan Islam.
PELUANG • Meningkatnya keluaran dari Madrasah Aliyah/Pesantren/SMU dan SMK, tidak saja dari Kota Kendari namun juga dari wilayah luar Kota Kendari.
• Cukup banyaknya alumni STAIN Sultan Qaimuddin Kendari merupakan pontesi yang harus diperhitungkan dalam membangun sistem informasi alumni dan bursa tenaga kerja.
• Masih terbuka bagi penyelenggaraan berbagai program dan kegiatan kemahasiswaan dalam rangka mensinergikan dengan kegiatan akademik.
TANTANGAN • Meningkatnya lembaga pendidikan yang dapat memberikan pelayanan dan program kerja di Kota Kendari termasuk lembaga Pendidikan Tinggi Swasta, bahkan yang dapat memberikan pelayanan lebih beragam dan tanpa seleksi dan menawarkan kegiatan kemahasiswaan yang lebih banyak diminati saat ini.
• Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengharuskan pihak Jurusan Dakwah dan Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam menyiapkan berbagai fasilitas dan sarana yang sesuai dengan perkembangan sehingga mahasiswa tidak tertinggal dalam mengakses informasi.

KOMPONEN C
DOSEN DAN TENAGA PENDUKUNG

Sub bab ini berisi : sistem rekruitmen dan seleksi, pengelolaan dosen dan tenaga administrasi, profil dosen dan tenaga administrasi, karya akademik dosen, tata kerja dan kode etik, mekanisme tata pamong dan struktur organisasi.

1. Sistem Rekruitmen dan Seleksi Dosen dan Tenaga Administrasi
Proses penerimaan dosen dan tenaga administrasi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qamuddin Kendari dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip yang telah diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 363 Tahun 2002 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Secara umum, mereka yang diterima sebagai dosen Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qamuddin Kendari minimal memiliki jenjang pendidikan S2 yang relevan dengan disiplin ilmu bimbingan dan penyuluhan Islam. Sedangkan tenaga teknis administrasi disesuaikan dengan kebutuhan minimal berijazah S1.

2. Pengelolaan Dosen dan Tenaga Administrasi
Dalam hal pengelolaan dosen dan tenaga teknik administrasi yang ditugaskan untuk mengelola administrasi ini, pembinaannya sebagian sudah terintegrasikan dengan pembinaan yang dilakukan oleh STAIN. Hal tersebut disebabkan karena seluruh personil yang mengelola administrasi ini adalah pegawai STAIN. Meskipun demikian, pengelolaan administrasi ini dilakukan bersama Jurusan Dakwah demi peningkatan kualitas pembinaan dosen dan tenaga teknis administrasi melalui. Upaya peningkatan kualitas pembinaan dosen dan tenaga teknis administrasi dilakukan melalui:
 Memberikan kesempatan belajar (studi lanjut) kepada para dosen, baik ke jenjang S2, maupun S3 dalam berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan.
 Melaksanakan diskusi rutin dosen setiap satu bulan sekali.
 Menyelenggarakan pelatihan dosen-dosen serumpun tentang metode pembelajaran.
 Menyelenggarakan seminar, lokakarya, dan semacamnya, baik tingkat regional, nasional bahkan internasional.
 Mengadakan penerbitan ilmiah, baik dalam bentuk buku maupun jurnal ilmiah (majalah) untuk mendorong minat baca-tulis di kalangan dosen.
 Memberikan dana penelitian individu maupun kelompok dan penerbitan karya ilmiah yang dipublikasikan untuk setiap 3 orang.
 Memberikan kesempatan kepada para dosen untuk menjadi pemakalah pada seminar, lokakarya dan semacamnya yang diselenggarakan oleh jurusan.
 Menggiatkan para dosen untuk mengikuti pertemuan-pertemuan ilmiah di luar kampus.
 Mengadakan rapat dosen rutin sebulan sekali.
 Pembinaan tenaga teknis administrasi dilakukan melalui pertemuan rutin dan absensi serta memberikan pelatihan tambahan seperti pelatihan komputer, internet dan diklat penjenjangan karier dan sebagainya.

3. Profil Dosen dan Tenaga Administrasi
Dari segi tenaga pegajarnya, dosen ini memiliki latar belakang jenjang pendidikan yang variatif. Hingga tahun 2010 jumlah dosen tetap dan dosen tidak tetap program studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam sebanyak :

Kualifikasi Tenaga Tetap Tenaga Tdak Tetap Total Tenaga Edukatif
Strata 3 – 1 1
Strata 2 10 13 21
Strata 1 1 1 4
Jumlah 11 15 26

Dari segi kualitas, tenaga dosen tetap yang telah menyelesaikan S2 sebanyak 10 orang dan S1 1 orang. Sedangkan dosen tidak tetap terdiri dari 15 orang, telah menyelesaikan S3 1 orang, S2 13 orang, S1 1 orang. Proses peningkatan jenjang dan kualitas dosen selalu ditingkatkan, hal ini dibuktikan dengan terus dikirimnya peserta S3 dan S2 setiap tahun.

4. Karya Akademik Dosen
Meski tugas utama dosen adalah mengajar, namun para dosen ini juga melakukan kegiatan yang lain, seperti penelitian perseorangan maupun berkelompok, menulis karya ilmiah, buku ilmiah, dan artikel-artikel di surat kabar dan majalah. Di samping tugas tersebut, dosen ini juga mengadakan bimbingan terhadap mahasiswa, yaitu bimbingan akademik, mata kuliah, pembuatan skripsi, bimbingan PPL, (Kuliah Kerja Mahasiswa) KKM, dan sebagainya.

5. Peraturan Kerja dan Kode Etik
Jam kerja efektif pada setiap hari Senin-Kamis dimulai pukul 07.30 sampai 16.00 Wita. Sedangkan hari Jum’at jam 08.00 sampai 11.00 Wita. Meski tidak ada apel pagi dan siang, setiap dosen harus mengisi daftar hadir dosen. Selain itu, kode etik seluruh civitas akademika secara umum mengacu pada tata tertib yang dimuat dalam buku panduan Akademik.

6. Mekanisme Tata Pamong
Mekanisme kerja dan pengambilan keputusan di tingkat program studi adalah :
a. Pengambilan keputusan di tingkat program studi menggunakan mekanisme kerja yang berlaku yaitu:
1. Rapat koordinasi antara program studi biasanya dipimpin oleh ketua jurusan. Rapat ini dilakukan untuk pengambilan kebijakan lintas program studi.
2. Rapat pimpinan program studi. Biasanya dipimpin oleh Ketua Program Studi diikuti oleh sekretaris, tenaga akademik dan tenaga administrasi program studi. Rapat ini biasanya dilakukan untuk menentukan kebijakan operasional program studi.
3. Rapat dosen program studi. Rapat dosen dipimpin oleh ketua program studi diikuti oleh komponen pimpinan program studi dan seluruh dosen program studi. Rapat ini untuk menentukan kebijakan akademik yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dosen.

b. Mekanisme kerja program studi
Mekanisme kerja program studi didasarkan pada SK Ketua Jurusan tentang job description program studi Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.

Ketua program studi bertugas memimpin pelaksanaan sebagian tugas di bidang akademik baik pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan tugas akademik maupun pelayanan akademik yang meliputi: pembuatan roster perkuliahan, ujian semester, ujian komprehensif maupun ujian munaqasyah skripsi, konsultasi judul skripsi, bimbingan skripsi, pelaksanaan KKM.

Staf administrasi program studi bertugas membantu pelayanan administrasi akademik terutama bidang pendaftaran peserta PPL dan KKM, pendaftaran ujian komprehensif, pendaftaran ujian munaqasyah skripsi.

7. Struktur Organisasi Jurusan Dakwah
Ketua Jurusan Dakwah : Akhmad Sukardi, S.Ag., M.Sos.I
Sekretaris Jurusan Dakwah : Dra. Rahmawati, M.Pd
Ketua Program Studi BPI : Mansur, S.Ag., M. Pd.

Analisis SWOT
KEKUATAN • Komitmen kuat dari STAIN Sultan Qaimuddin dan Jurusan Dakwah untuk mengembangkan program Strata Satu (S1) Bimbingan Penyuluhan Islam, termasuk dalam pengembangan kualitas tenaga edukatif dan non-edukatif.
• Komposisi tenaga edukatif dilihat dari latar belakang pendidikan dan profesinya sudah ideal bagi penyelenggaraan program Strata Satu (S1) Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam.
• Dukungan dana dalam DIPA STAIN Sultan Qaimuddin Kendari setiap tahun merupakan faktor penting bagi kelangsungan kegiatan pembelajaran.
• Rasio jumlah pengajar dan mahasiswa yang cukup ideal.
KELEMAHAN • Kesempatan yang sama diberikan kepada tenaga edukatif dan non-edukatif untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan masih kurang direspon oleh para tenaga edukatif dan non-edukatif.
• Hasil penelitian dan karya tulis dari tenaga edukatif tetap masih relatif sedikit sehingga aktivitas jurnal ilmiah juga tidak seperti yang diharapkan.
PELUANG • Keterbatasan tenaga pengajar dari multi disiplin memungkinkan dilakukan penyempurnaan program studi yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan lulusan.
• Terbuka kesempatan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi tenaga edukatif dan non-edukatif yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
• Komposisi tenaga edukatif yang multi disiplin dan profesi, memberi peluang bagi bimbingan penyuluhan untuk melakukan kerjasama dengan pihak luar, bahkan memberi pelayanan dan konsultasi profesional.
TANTANGAN • Cukup tingginya minat untuk menjadi mahasiswa pada Bimbingan Penyuluhan yang tidak diimbangi dengan perbaikan kuantitas dan kualitas tenaga edukatif dapat berdampak pada menurunnya pelayanan serta rasio jumlah dosen dan mahasiswa.
• Peningkatan kualitas dan kualifikasi tenaga edukatif yang tidak diimbangi dengan sistem remonerasi yang memadai berpotensi menciptakan turn-over tenaga edukatif yang cukup tinggi dapat menimbulkan image yang kurang baik.
• Program pengembangan sumber daya manusia yang tidak tertata apik berpotensi menurunkan tingkat pelayanan dan kualitas pendidikan.

KOMPONEN D
KURIKULUM

Dalam upaya memenuhi visi dan misinya, kurikulum Bimbingan Penyuluhan Islam disertai dengan beban kredit 156 satuan kredit semester (SKS) yang diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu 8 semester. Adapun struktur kurikulum ini dibedakan dengan mata kuliah kompetensi dasar (MKD) terdiri dari 28 SKS, mata kuliah profesi utama (MPU) terdiri dari 104 SKS, mata kuliah profesi tambahan (MPT) terdiri dari 24 SKS.
 Mata kuliah kompetensi dasar (MKD) bertujuan untuk memberikan wawasan kewarganegaraan dan sekaligus memberikan kecakapan dasar kepada mahasiswa dalam memahami ilmu keislaman. MKKD dalam hal ini terdiri dari 28 SKS. Di samping itu, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris lebih banyak dari mata kuliah yang lain. Ini dikarenakan bahasa tersebut merupakan kunci dalam memahami dan mendalami kajian Islam, termasuk Bimbingan Penyuluhan Islam. Terlebih, dewasa ini banyak referensi (primary resource) yang ditulis dengan menggunakan kedua bahasa tersebut.
 Mata kuliah profesi utama (MKU) didesain supaya mahasiswa memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan bimbingan penyuluhan Islam, di samping mencerminkan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh Sarjana Dakwah dengan konsentrasi Bimbingan Penyuluhan Islam. Kelompok MKD terdiri dari 104 SKS. Secara struktural, MPU ini diberikan setelah mahasiswa menyelesaikan MKD. Hal tersebut disebabkan karena dalam memahami jenis MKD ini dibutuhkan kemampuan bahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa Arab) dan juga kemampuan metodologis yang menjadi inti dari MKKU (metodologi studi Islam).
 Mata kuliah profesi tambahan (MPT) diberikan sebagai bekal dasar keahlian sarjana dakwah umumnya dalam mengembangkan dan menganalisis ilmu-ilmu keislaman. Oleh karena itu, orientasi dari isi kurikulum ini lebih bersifat out world looking dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan masayarakat. Kelompok MKPT ini terdiri dari 24 SKS. Mata-mata kuliah tersebut diberikan setelah mahasiswa menyelesaikan MKD dan MKU. Sebab, tujuan dari MPT akan dapat dicapai dengan baik apabila mahasiswa sudah memiliki keahlian umum dan keahlian dasar. Dengan kata lain, karena MKPT diarahkan pada pengembangan keilmuan baik yang bersifat kekinian maupun ke depan sehingga mahasiswa yang mengambil jenis-jenis MKPT ini sebaiknya sudah memiliki dan menguasai ilmu dasar yang berkaitan dengan Islamic Studi. Tanpa memahami dasarnya maka tidak mungkin seorang mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengembangkannya. (Lampiran 4)

Analisis SWOT

KEKUATAN • Komitmen kuat dari STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah untuk mengembangkan Bimbingan Penyuluhan Islam, termasuk dalam pengembangan kualitas kurikulum untuk menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat dan mengantisipasi perubahan lingkungan.
• Ketersediaan tenaga edukatif dan sarana pendukung yang cukup untuk melaksanakan kurikulum.
KELEMAHAN • Lemahnya kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggeris mahasiswa, padahal banyak sumber literatur menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggeris; belum adanya fasilitas laboratorium Bimbingan Penyuluhan Islam yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.
PELUANG • Keputusan Mendiknas No.232/U/2000 dan 045/U82002 memberi wewenang kepada perguruan tinggi untuk menyusun kurikulumnya sesuai dengan kebutuhan pengguna.
• Program Strata Satu (S1) dapat menyusun berbagai program pendidikan yang menarik dan dibutuhkan oleh pengguna, termasuk pemerintah daerah yang dapat memanfaatkan dan memberdayakan program tersebut.
TANTANGAN • Kesalahan dalam merancang kurikulum dan mempersiapkan tenaga edukatif berdampak pada gagalnya harapan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pengguna.
• Persaingan antar perguruan tinggi dan tantangan dunia kerja yang kian kompetitif.

KOMPONEN E
SARANA DAN PRASARANA

Infrastruktur Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qamuddin Kendari meliputi:

1. Pengelolaan:
Pengelolaan infrastruktur program studi yang ada di lingkungan Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dilakukan dengan dua cara:
1. Untuk pembangunan dan perencanaan fisik gedung secara keseluruhan direncanakan secara terpadu melalui Rencana Induk (master plan) pengembangan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
2. Untuk pemeliharaan dan perbaikan sarana, seperti pengecetan, rehabilitasi ringan, penataan keindahan lingkungan kampus Jurusan Dakwah dilakukan oleh pihak STAIN sendiri dengan anggaran DIPA.

2. Ketersediaan dan Kualitas Gedung
Gedung yang digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam terintegrasi dengan gedung Jurusan Dakwah. Jurusan Dakwah memiliki satu buah gedung berlantai dua dengan rincian sebagai berikut:
1. Sebuah gedung kantor dua lantai
a. Lantai bawah untuk ruang Ketua Jurusan Dakwah, Sekretaris Jurusan Dakwah, ruang sekretariat, ruang Prodi, ruang dosen dan ruang tamu. Ruang ini dilengkapi dengan peralatan seperti meja, kursi, komputer, kipas angin, AC, kulkas, televise serta Telepon.
b. Lantai dua untuk ruang sidang, ruang ujian komprehensif dan munaqasyah skripsi.
2. Gedung kuliah 1 unit terdiri dari 7 lokal yakni 3 lokal lantai bawah dan 4 lokal brerada di lantai 2.

3. Kecukupan dan Kesesuaian
Perangkat dan sarana fisik pada Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari saat ini masih mencukupi. Namun untuk jangka panjang fasilitas tersebut masih perlu dikembangkan. Antara lain satu gedung khusus untuk kegiatan mahasiswa agar terpisah dari gedung-gedung perkuliahan yang ada. Di samping itu laboratorium program studi beserta perangkat keras dan lunak untuk praktikum mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam juga harus dipisahkan.

Analisis SWOT
KEKUATAN • Keinginan kuat dari STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah untuk mengembangkan Program Strata Satu (S1) Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam termasuk dalam pengembangan sarana dan prasarana perkuliahan.
• Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai mendukung perkuliahan pada program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.
• Lokal gedung Program Strata Satu (S1) yang strategis dan ideal, dengan ruang terbuka yang cukup menggambarkan suasana kampus ideal dan kondusif bagi pelaksanaan perkuliahan.
KELEMAHAN • Walaupun telah memiliki gedung sendiri dengan dukungan fasilitas yang memadai, namun ruangan perkuliahan masih perlu dikembagkan seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa setiap tahunnya.
• Secara keseluruhan disiplin mahasiswa masih belum merata, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, sarana maupun prasarana yang dimiliki Program Strata Satu (S1) sehingga tidak jarang harus dilakukan pembersihan dan perawatan yang berlebih.
PELUANG • Lahan yang dimiliki oleh STAIN Sultan Qaimuddin Kendari masih luas dan terbuka sehingga memungkinkan dilakukan penambahan prasarana (gedung) bila memang dirasakan telah mendesak, tanpa harus merusak lingkungan kampus yang ada.
• Ketersediaan sarana/prasarana memungkinkan program Strata Satu (S1) mengembangkan berbagai program pendidikan yang memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada.
TANTANGAN • Pembangunan sarana/prasarana yang tidak sesuai dengan rencana pengembangan program pendidikan, berpotensi mengacaukan program pendidikan itu sendiri, termasuk rasio ruang perkuliahan dengan jumlah mahasiswa, rasio jumlah komputer dengan jumlah mahasiswa, dan kesulitan menatat jadwal perkuliahan, sehingga terbuka memungkinkan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam menggunakan ruang kuliah di luar gedung program Strata Satu (S1) sendiri.

KOMPONEN F
PENDANAAN

Uraian pendanaan ini meliputi sumber dana, sistem alokasi dana, pengelolaan dan akuntabilitas penggunaan dana dan keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatannya.

1. Sumber Dana
Dana operasional program studi Bimbingan Penyuluhan Islam masuk dalam dana Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Sumber dana Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari berasal dari anggaran DIPA yang berasal dari Departemen Agama RI yang diperuntukkan bagi pembiayaan-pembiayaan proyek seperti pembangunan dan renovasi gedung kantor, ruang perkuliahan, perpustakaan, laboratorium dan proyek-proyek non fisik yang lain, misalnya seminar, diskusi, ceramah, pembimbingan dan penguji komprehensif dan skripsi, dosen honorer, dosen luar biasa, penerbitan jurnal Jurusan, penyelenggaraan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan Praktek Pengenalan Lapangan (PPL), rapat pimpinan jurusan dan sebagainya.

2. Sistem Alokasi Dana
Walaupun secara prinsip pengalokasian dana yang ada menggunakan prinsip proporsional, namun cenderung lebih diprioritaskan untuk mengembangkan bidang akademis. Sebab lembaga ini adalah lembaga pendidikan tinggi. Adapun pembagiannya adalah 75% anggaran yang ada diperuntukkan bagi aktivitas akademik sedangkan 25% diperuntukkan bagi aktivitas atau program yang lain.
3. Pengelolaan dan Akuntabilitas Penggunaan Dana
Untuk menjaga akuntabilitas penggunaan dana didasarkan pada PO (Pedoman Operasional) penggunaan dana yang diterbitkan dalam bentuk SK. STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Dengan demikian setiap penggunaan dana dilakukan SPJ dengan mengacu pada PO tersebut. Sedangkan untuk mengendalikan dana dibuatlah laporan berkala kepada Ketua STAIN setelah melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan administratif terkait DIPA di Jurusan. Dengan demikian upaya menjaga tingkat akuntabilitas pengelolaan dana yang ada berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

4. Keberlanjutan Pengadaan dan Pemanfaatannya
Dari berbagai sumber dana yang ada dan pengelolaannya memenuhi asas akuntabilitas dan transparansi yang dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, maka akan menjamin keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatan berbagai kebutuhan program studi. (Lampiran 6)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Koinginan kuat dari STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah untuk mengembangkan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam termasuk kebijakan desentralisasi pengelolaan keuangan.
• Sistem pembayaran pada mahasiswa yang relatif mudah karena dapat dilakukan secara tunai pada kantor yang telah ditunjuk melalui transfer bank bahkan juga melalui internet bank di seluruh Indonesia.
• Sistem akuntabilitas dana telah dirancang secara baik oleh STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
• Sebagai lembaga pendidikan tinggi agama tertua di Kendari, nama STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dikenal luasdi masyarakat Kota Kendari, serta lokasi yang strategis memudahkan akses bagi mahasiswa, menjadikan salah satu pilihan bagi calon mahasiswa untuk menimbah ilmu di program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.
KELEMAHAN • Karena pengelolaan dana pada dasarnya menganut sistem sentralisasi, maka sering pencairan dana yang dibutuhkan oleh program studi Bimbingan Penyuluhann Islam tidak sesuai dengan jadwal yang diharapkan sehingga mengganggu program dan kegiatan yang direncanakan.
• Penentuan biaya-biaya penyelenggaraan akademik berada di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, padahal biaya tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan program studi pendidikan sejenis di wilayah Kota Kendari, sehingga program studi Bimbingan Penyuluhan Islam harus berhati-hati dalam sistem remunisasi, terutama kepada tenaga edukatif.
PELUANG • Keputusan Mendikanas Nomor 232/U/2000 dan 045/U/2002 membuka peluang bagi program studi Bimbingan Penyuluhan Islam program Strata satu untuk mengembangkan berbagai program dan pelayanan pendidikan, termasuk program-program non formal, seperti pelatihan, seminar, lokakarya, dan kerja sama dengan pihak lain yang berpotensi menjadi sumber dana bagi program studi bimbingan penyuluhan.
TANTANGAN • Ketidakseimbangan antara rencana pengembangan program pendidikan dengan sumber dana berpontesi menimbulkan masalah bagi program studi Bimbingan penyuluhan Islam.
• Sistem sentralisasi dalam pengelolaan dana yang diterapkan secara kaku dapat menjadi sumber masalah tidak tercapainya sasaran dan program.
• Sistem remunerasi yang tidak seimbang berpotensi terhadap turn over tenaga edukatif yang cukup tinggi sehingga mengganggu kesinambungan program pendidikan.

KOMPONEN G
TATA PAMONG (GOVERNANCE)

1. Struktur dan Suasana Organisasi
Bagan struktur organisasi Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari

2. Personil, Fungsi dan Tugas Pokok
Personil program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah.
a. Ketua Jurusan : Akhmad Sukardi, S.Ag., M.Sos.I
b. Sekretaris Jurusan : Dra. Rahmawati, M.Pd
c. Ketua Program Studi BPI : Mansur, S.Ag., M.Pd.
d. Staf Administrasi : 1. Sitti Fausiah M., S.Ag., M. Pd
2. Samrin, S.Ag., M. Pd. I
3. Aminuddin, S.Ag
4. Sahir Bacu, S.Pd.I
Jurnal Jurusan Dawah (Al-Munzir) Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Bimbingan Islam
a. Pengarah : Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, M.A.
b. Penanggung Jawab : Dra. Hj. Nurseha Gazali, M.Si
c. Pemimpin Redaksi : Drs. H. Zulkifli Mustan, M.Pd., M.Si.
d. Dewan Redaksi : 1. Drs. Sulaemang L., M.Th.I
2. Dr. La Malik Idris, M.Sos.I
3. Drs. Samsu, M.Pd.
4. Akhmad Sukardi, S.Ag., M.Sos.I
5. Drs. Zainal Prio, M. Pd. I
e. Sekretaris Redaksi : Nurdin Karim, S.Ag., M.Pd.
f. Editor : 1. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.I
2. Mansur, S.Ag., M.Pd.
g. Staf Redaksi : 1. Dra. Rahmawati
2. Nasri Akib, S.Ag., M.Pd.I
3. Irma Irayanti, S.Hi.
h. Sirkulasi : 1. Drs. La Mondo
2. Abdul Aziz, S.Pd.I

Fungsi dan Tugas Pokok
Fungsi dan tugas pokok Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan dan Ketua Program Studi, staf jurusan telah dituangkan secara rinci dalam SK Ketua STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
3. Sistem Kepemimpinan, Pengalihan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Tugas
Ketua, sekretaris, ketua program studi dan tenaga akademik diangkat dan diberhentikan oleh Ketua STAIN berdasarkan pertimbangan senat untuk empat tahun masa jabatan. Adapun tanggung jawab ketua jurusan didasarkan pada sistem yang berlaku.
(Lampiran 7)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Keinginan kuat STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah untuk pengembangan program Strata Satu (S1) program studi Bimbingan Penyuluhan Islam, termasuk dalam pembinaan personil, dan penyiapan tata pamong.
• Fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab telah dirancang dengan baik dalam lingkungan Jurusan Dakwah sehingga dapat disiapkan secara fleksibel mekanisme pelaksanaan kegiatan.
KELEMAHAN • Masih relatif kurangnya program pelatihan dan pengembangan diri, termasuk keikutsertaan pada berbagai acara seminar, lokakarya, kursus, pelatihan, dan sebagainya.
PELUANG • Ketersediaan tata pamong yang cukup, baik dari segi kuantitas dan kualitas, memungkinkan mengembangkan program pendidikan dan pelatihan profesional, atau program-program yang bersifat konsultatif, seperti konsultasi bimbingan penyuluhan Islam.
TANTANGAN • Kurangnya partisipasi dalam berbagai program pelatihan pengembangan diri, dapat berdampak pada kualitas personil yang pada akhirnya akan tidak kondusif bagi pengembangan Bimbingan Penyuluhan Islam.

KOMPONEN H
PENGELOLAAN PROGRAM STUDI

1. Kepemimpinan
Program studi Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan program studi pada Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Sistem kepemimpinan yang diterapkan adalah ketua jurusan, sekretaris jurusan, sebagai koodinator sesuai dengan tupoksi masing-masing. Sedangkan ketua program studi Bimbingan Penyuluhan Islam beserta seluruh tenaga akademik dan staf administrasi adalah pelaksana teknik operasional proses kegiatan program studi yang terpadu dengan tujuan pendidikan institusional STAIN secara makro.
Upaya meningkatkan kinerja program studi, ada dua model evaluasi. Pertama, evaluasi internal yang dilakukan untuk pembenahan dan perbaikan ke dalam. Sekali sebulan manajemen program studi Bimbingan Penyuluhan Islam secara rutin mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi. Kedua, evaluasi eksternal yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program studi Bimbingan penyuluhan Islam memenuhi keinginan stakeholder-nya yang dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan.

2. Perencanaan dan Pengembangan Program
Perencanaan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam meliputi pengembangan dan peningkatan di berbagai bidang, antara lain jumlah koleksi buku mata kuliah keahlian dan keterampilan, sarana dan prasarana termasuk laboratorium Bimbingan Penyuluhan Islam, publikasi karya ilmiah dan ikut meningatkan kualitas jurnal Al-Munzir (Kajian Ilmu-Ilmu Bimbingan Islam). Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang sifatnya penalaran dan keilmuan juga selalu diprioritaskan melalui Bimbingan Penyuluhan Islam, dimana pembinaan akademik di bawah program studi, sedangkan pembinaan administratif di bawah Pembantu Ketua II. (Lampiran 8)

3. Kerjasama dan Kemitraan
Dalam upaya pelaksanaan program, program studi Bimbingan Penyuluhan Islam menjalin kerja sama dan kemitraan dengan pihak lain. Kerjasama tersebut dilakukan terhadap Lapas Kelas II Kendari. (Lampiran 9)

4. Pelacakan Kelulusan
Terhitung sejak tahun 2004 hingga tahun 2010 program studi Bimbingan Penyuluhan Islam telah meluluskan sebanyak 22 orang, seluruh alumni tersebut sebagian meneruskan ke program Pascasarjana. Beberapa diantara mereka menduduki jabatan Kepala KUA bidang Bimbingan Penyuluhan. Sebagian yang lain telah bekerja menjadi tenaga edukatif bahkan ada juga yang menjadi PNS (Lampiran 10)

5. Jaminan Mutu
Adapun input yang dijaring program studi Bimbingan Penyuluhan Islam adalah para alumni MAN, MAS, dan SMU. Untuk menjembatani perbedaan latar belakang pendidikan mereka, maka sebelum diproses lebih jauh calon mahasiswa harus lulus tahapan seleksi baik akademik maupun administratif. Seleksi akademik meliputi berbagai materi tes, sedangkan seleksi administratif meliputi berbagai persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.

Untuk meningkatkan mutu akademik mahasiswa dilakukan bimbingan akademik meliputi penulisan proposal skripsi oleh tenaga akademik program studi, mengikutsertakan mahasiswa dalam pelatihan-pelatihan dan lain-lain.

6. Dampak Proses Penjaminan Mutu
Dengan melalui seleksi akademik dan administratif yang telah dilakukan oleh program studi Bimbingan Penyuluhan Islam dalam lima tahun terakhir, program studi Bimbingan Penyuluhan Islam telah berhasil menelorkan 22 orang alumni dengan indeks prestasi tertinggi 3,60 (cumlaude). Diantara alumni tersebut banyak yang mampu menyelesaikan studinya dalam jangka waktu 9 semester. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengendalian mutu akademik program studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari berjalan dengan baik. (Lampiran 11)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Komitmen kuat STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah untuk mengembangkan program Strata Satu (S1) program studi Bimbingan Penyuluhan Islam termasuk dalam pengelolaan program pendidikan.
• Otonomi pengelolaan oleh program studi masing-masing.
KELEMAHAN • Pelacakan kelulusan belum maksimal karena dikalangan lulusan belum ada ikatan alumni STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
• Kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain belum mengarah kepada pengembangan program.
PELUANG • Banyak perusahaan di sekitar kampus yang dapat dijadikan mitra untuk mengembangkan program yang dibutuhkan oleh pengguna lulusan.
TANTANGAN • Banyak perguruan tinggi yang sudah mengadakan kerjasama dengan pihak pengguna lulusan baik pemerintah maupun swasta.

KOMPONEN I
PROSES PEMBELAJARAN

1. Proses Belajar Mengajar (PBM)
Pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari yang harus diterapkan pada proses belajar mengajar (PBM) di seluruh jurusan, program studi dan telah diatur dalam SK Ketua STAIN Nomor St/10/SK/43/2002 tanggal 3 Juli 2002 tentang Pedoman Akademik STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Khusus tentang hal ini terdapat dalam Bab 5 Bagian I tentang Pedoman Penyelenggaraan Perkuliahan.

Pembelajaran yang dilaksanakan oleh program studi Bimbingan Penyuluhan Islam mengacu pada tujuan pendidikan berskala Nasional, yaitu tujuan pendidikan tinggi dan tujuan pendidikan di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Tujuan pendidikan di STAIN Sultan Qaimuddin Kendari mempunyai dua spesifikasi. Pertama, menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik yang profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan agama Islam. Kedua, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Proses pembelajaran program studi Bimbingan Penyuluhan Islam, sebagaimana yang dilaksanakan di lingkungan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, dilakukan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Kelebihan dari sistem ini adalah mahasiswa yang cakap/cerdas dan giat belajar dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dan kemampuan akademik, program studi Bimbingan penyuluhan Islam membuat silabus yang berpedoman pada kurikulum yang telah ditentukan. Silabus dan kurikulum didasarkan atas kompetensi program studi. Silabus dan kurikulum itu sendiri senantiasa mengalami peninjauan kembali. Hal ini dilakukan untuk mengatisipasi perubahan-perubahan yang terjadi dan menyesuaikan mata kuliah yang ada.

Hingga saat ini silabus program studi Bimbingan Penyuluhan Islam mengacu pada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
Berdasarkan kurikulum tersebut Mata Kuliah Kompetensi Dasar (MPK), Mata Kuliah Profesi Utama (MKK), Mata Kuliah Profesi Tambahan (MKT) yang harus diambil oleh mahasiswa program studi Bimbingan penyuluhan Islam sebanyak 160 SKS.
Dari 160 SKS tersebut di atas terbagi dalam komponen mata kuliah yang terdiri dari:
1. Mata Kuliah Kompetensi Dasar (MPK) terdiri dari 21 SKS, wajib diikuti oleh semua mahasiswa pada semua jurusan berfungsi untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan dasar keislaman.
2. Mata Kuliah Profesi Utama (MKPU) terdiri dari 58 SKS, wajib diikuti oleh semua mahasiswa jurusan tertentu dan berfungsi untuk memberikan landasan pembentukan keahlian baik akademik dan atau profesi.
3. Mata Kuliah Profesi Tambahan (MKPT) terdiri dari 64 SKS wajib diikuti oleh semua jurusan dan berfungsi untuk membentuk kepribadian mahasiswa, baik bersifat personal maupun sosial.
4. Mata Kuliah Kemampuan Berkehidupan Bermasyarakat (MPB) terdiri dari 15 SKS wajib diikuti oleh semua jurusan dan berfungsi untuk membentuk kemampuan berkarya mahasiswa, baik bersifat personal maupun sosial. Mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam dibimbing dan diajar oleh dosen-dosen yang sebagian besar sudah berkualifikasi minimal Master (S2). Di antara para dosen bahkan sudah ada yang bergelar Doktor. Dalam satu semester seorang dosen memberi kuliah kepada mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kurikulum itu sendiri dapat dipilih menjadi tiga. Pertama, perkuliahan teori yaitu perkuliahan yang sifatnya menjadi konsep, prinsip, dari teori untuk disiplin ilmu tertentu atau interdisipliner. Termasuk kategori ini adalah seminar, workshop, stadium general dan kegiatan lain yang sejenisnya. Kedua, perkuliahan praktikum yang sifatnya implementasi terhadap konsep, prinsip atau teori dalam situasi yang dikondisikan. Termasuk kategori ini adalah perkuliahan yang dilakukan di laboratorium untuk memperoleh konsep, prinsip, atau teori. Ketiga, perkuliahan kerja lapangan, yaitu perkuliahan penerapan konsep, prinsip atau teori dalam bentuk kerja nyata di lapangan dan atau perkuliahan yang sifatnya menyerap konsep, teori, metode, praktek keilmuan di lapangan.

Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar, disediakan sarana-sarana antara lain ruang kelas, laboratorium, white board, in focus dan lain-lain. Sarana-sarana tersebut masih terus dikembangkan dan diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan ideal. (Lampiran 12)

2. Evaluasi dan Penilaian
Kemampuan mahasiswa dalam menguasai ilmu-ilmu yang telah diberikan diketahui dengan mengadakan ujian yang meliputi Ujian Tengah Semester (UTS), tugas terstruktur, Ujian Akhir Semester (UAS), Ujian Komprehensif dan Ujian Skripsi.

Ujian tengah semester ialah ujian yang dilakukan ada pertengahan semester untuk penguasaan kompetensi keilmuan mahasiswa sampai pertengahan semester. Ujian akhir semester ialah ujian yang dilakukan pada setia akhir semester untuk mengukur kompetensi keilmuan mahasiswa yang dikembangkan selama satu semester. Kedua ujian ini dapat dilaksanakan dengan lisan, tertulis dan atau pemberian tugas sesuai dengan jenis matakuliah, dan kondisi tenaga pengajar yang bersangkutan. Sekarang diserahkan kepada setiap dosen secara mandiri namun diatur dan diawasi oleh panitia terstruktur, sehingga lebih efektif.

Nilai akhir merupakan gabungan antara keduanya dengan komposisi 50%. Jika ada tugas tambahan maka nilai inklusif dalam 50% dari ujian tengah semester.
Adapun penilaian yang dipakai adalah konversi nilai 4 dengan rincian sebagai berikut:
A+ : 96-100
A : 91-95
A- : 86-90
B+ : 81-85
B : 76-80
B- : 71-75
C+ : 66-70
C : 61-65
C- : 56-60
D : 51-55
E : < 50
(Lampiran 13)

3. Sarana Pendukung
a. Perpustakaan Tingkat STAIN Sultan Qaimuddin
Perpustakaan tingkat STAIN Kendari memiliki buku-buku yang sangat memadai. Buku-buku yang ada disesuaikan dengan program studi yang ada, di samping buku-buku pendukung yang lain, baik buku-buku primer maupun sekunder. Buku-buku yang ada mencapai 2540 eksemplar, terdiri 847 judul. Koleksi perpustakaan tersebut cukup representative dengan satu buah gedung berlantai dua.

b. Pusat Sumber Belajar (PSB)
PSB dikelola secara sentral oleh STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, agar penyelenggaraan kuliah bahasa Arab dan bahasa Inggris dapat lebih efektif dan efisien.

c. Laboratorium
Program studi Bimbingan Penyuluhan Islam memiliki laboratorium praktek berupa radio dakwah dan praktek bimbingan penyuluhan untuk pengkajian dan penelitian ilmu Bimbingan Penyuluhan Islam. Laboratorium ini berfungsi sebagai wahana pengembangan kemampuan akademik dosen dan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam di bidang bimbingan, pelatihan, penelitian dan pengkajian keilmuan. (Lampiran 13)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Materi kuliah sudah mengacu kepada kurikulum nasional dan kurikulum lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna lulusan.
• Sebagian pengajar adalah para praktisi di bidang Bimbingan Penyuluhan Islam.
• Penilaian lebih objektif sesuai dengan pedoman akademik.
KELEMAHAN • Mahasiswa memilih menerima materi yang bersifat teoritis.
• Mahasiswa belum memanfaatkan pelatihan non-reguler yang disediakan oleh jurusan.
• Jarang mengundang dosen tamu untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa.
PELUANG • Memberikan peluang kepada mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studinya dengan cepat dengan nilai rata-rata yang baik sehingga dapat bersaing di pasar kerja.
• Mengadakan kerjasama dengan beberapa instansi pengguna untuk menjaring tenaga kerja yang mempunyai nilai di atas rata-rata.
TANTANGAN • Pengguna lulusan saat ini banyak membutuhkan karyawan yang sudah siap kerja dan berpengalaman dalam praktek.

KOMPONEN J
SUASANA AKADEMIK

Program studi Bimbingan Penyuluhan Islam merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari. Banyak hal telah dilakukan oleh program studi ini dari tahun ke tahun yang menunjukkan peningkatan kualitas akademiknya. Peningkatan mutu akademik ini ditempuh melalui berbagai aktivitas yang di dalamnya membutuhkan sarana dan prasarana yang tidak sedikit.

Di bidang administrasi program studi Bimbingan Penyuluhan Islam telah menggunakan sistem informasi melalui media cetak dan elektronik. sehingga dengan menggunakan fasilitas informasi tersebut keperluan-keperluan informasi di bidang akademik akan dengan cepat terakses, meski sistem informasi ini masih terus dalam tahap penyempurnaan. Sistem program studi pada mahasiswa juga telah dimulai sejak mahasiswa masuk ke jurusan dakwah dari semester awal. Sehingga mahasiswa mudah untuk memanaj pribadi terutama dalam memprogram mata kuliah. Mata kuliah yang ditawarkanpun sudah tersusun dan terpaket menjadi tujuh semester. Sehingga mereka yang mengikuti paket tersebut akan selesai pada semester delapan.

Demikian juga dengan pelayanan terhadap mahasiswa diupayakan sedemikian rupa mempunyai prosedur yang mudah dan rinci untuk tiap-tiap stap, misalnya pelayanan surat-surat, pelayanan pendaftaran matakuliah, pelayanan hasil studi semester, pelayanan pendaftaran judul skripsi, pelayanan ujian komprehensif, pelayanan ujian munaqasyah dan pelayanan pasca lulus. Dengan demikian mahasiswa dilatih untuk menjadi dewasa dan mandiri dalam hal manajemen dalam melaksanakan kuliah.

Sarana untuk pelayanan bidang akademik pun disiapkan secara baik, terutama dalam bidang pengajaran, antara lain dalam bentuk daftar hadir mahasiswa, daftar hadir dosen tiap-tiap pertemuan. Sedangkan sarana untuk proses belajar juga telah disiapkan antara lain berupa white board, OHP, in focus dan LCD serta peralatan laptop bagi dosen.

Mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam pada umumnya telah mampu belajar mandiri. Potensi akademik yang dimiliki selalu dipupuk dan dikembangkan melalui wacana-wacana ilmiah, baik di dalam kegiatan akademik terstruktur maupun melalui kegiatan di luar akademik. Aplikasi ilmu-ilmu dakwah diterapkan melalui berbagai kegiatan, baik kegiatan dalam bentuk praktikum maupun workshop.

Perkuliahan yang diterapkan bertujuan untuk mengaktifkan, menggairahkan dan meningkatkan kemampuan belajar mandiri, sehingga bentuk-bentuk ceramah dalam perkuliahan diberikan dalam kadar terbatas. Teori-teori dari berbagai disiplin ilmu diberikan secara utuh, namun demikian mahasiswa selalu ditekankan untuk mampu memahami karya orang lain, dan yang lebih penting adalah kemampuan mereka untuk mengoreksi dan mengkritik, serta mengajukan alternatif pemikiran di satu pihak, atau kemampuan mereka mengembangkan pemikiran orang lain secara independent dan empiris.

Untuk itu bentuk-bentuk diskusi dalam bentuk perkuliahan selalu ditekankan untuk melatih mahasiswa bukan saja untuk mengajukan pendapat, namun juga untuk menulis makalah yang baik dan benar. Adapun peranan dosen adalah sebagai fasilitator, dinamisator, motivator dan narasumber.

Penyelenggaraan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam didukung oleh dosen yang memiliki kualifikasi yang teruji, ahli dalam bidangnya. Tenaga dosen tetap sebanyak 11 orang, telah menyelesaikan S2 10 orang, S1 1 orang. Proses peningkatan jenjang dan kualitas dosen terus ditingkatkan. Berikut tabel komposisi dosen tetap dan tidak tetap di program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.

Tabel Komposisi Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap
Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam

Pendidikan Dosen Tetap Dosen Tidak Tetap Total Dosen
S3 – 1 1
S2 10 7 17
S1 1 3 4
Jumlah 11 11 22

Seluruh dosen di program studi Bimbingan Penyuluhan Islam selalu memberikan bimbingan dan pelayanan dengan penuh keakraban, sehingga kesan dosen buruk hilang dari benak mahasiswa. Hubungan yang harmonis antara dosen dan mahasiswa memang dibutuhkan dalam rangka menumbuhkembangkan curiosity (rasa ingin tahu) mahasiswa, sehingga mahasiswa tidak segan-segan bertanya dan berdiskusi walaupun itu dilaksanakan di luar jam mengajar ataupun di luar kampus. Meski demikian antara dosen dan mahasiswa tetap menjaga Tri Etika Kampus yakni Etika Diniyah, Etika Ukhuwah dan Etika Ilmiah.

Dalam rangka merealisasikan visi dan misi, program studi Bimbingan Penyuluhan Islam telah menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai instansi terutama dalam mengembangkan akademis. Kerja sama tersebut antara lain meliputi permintaan dosen luar biasa dari instansi yang terkait langsung dengan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam. Perkuliahan dalam satu semester dilakukan minimal 16 kali tatap muka ditambah program-program non struktural dalam tiap semester.

Iklim akademis di program studi Bimbingan Penyuluhan Islam juga ditunjang dengan fasilitas perpustakaan yang cukup memadai. Hal ini karena setiap tahun perpustakaan tersebut selalu menambah koleksi buku-buku yang berkaitan dengan masalah bimbingan penyuluhan Islam.

Keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa Program Studi (BEMJ) Bimbingan Penyuluhan Islam juga turut membentuk suasana akademis yang baik. Hal ini sesuai dengan pembentukan BEMJ Bimbingan Penyuluhan Islam yang didesain sebagai wadah kegiatan intelektual akademik mahasiswa yang ada dalam wadah program studi ini. Dari sini banyak dan marak kegiatan-kegiatan diskusi baik berskala lokal maupun skala nasional di kalangan mahasiswa program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.

Analisis SWOT
KEKUATAN • Dimilikinya gedung yang representatif dengan fasilitas belajar mengajar yang selalu dijaga dengan baik agar tetaplayak pakai.
• Suasana interaktif antara dosen dan mahasiswa dengan kuantitas tatap muka lebih banyak dan adanya forum konsultatif dan dukungan civitas akademika dalam setiap kegiatan.
KELEMAHAN • Pemeliharaan sarana dan prasarana secara rutin dan belum semua dosen memanfaatkan sarana tersebut.
• Minat mahasiswa dalam pengembangan kepribadian secara ilmiah masih kurang terutama kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa.
PELUANG • Untuk menambah kompetensi mahasiswa dapat mengikuti pelatihan profesi yang diadakan secara internal.
• Pelatihan profesi dapat dilakukan dengan mengundang berbagai pakar yang ahli di bidangnya sehingga dapat dimanfaatkan maksimal oleh dosen dan mahasiswa sekaligus membuka jaringan lapangan kerja.
TANTANGAN • Bagi mahasiswa yang interaktifnya kurang dikhawatirkan akan menghambat masa studinya dan menghambat dalam mencari pekerjaan dan ketinggalan informasi

KOMPONEN K
SISTEM INFORMASI

1. Sarana dan prasarana
Dalam bidang sarana dan prasarana informasi pada program studi Bimbingan Penyuluhan Islam telah terintegarasi dengan sarana informasi yang ada di Jurusan, bahkan dengan STAIN secara keseluruhan. Sarana dan prasarana informasi yang dimiliki Jurusan Dakwah meliputi berberapa alat bantu elektronik yang mendukung kemudahan dan percepatan penerimaan dan penyebaran informasi baik yang bersifat akademik maupun bersifat umum seperti telepon, facsimile, perpustakaan, media cetak dan elektronik serta sebuah mobil sebagai sarana kegiatan operasi jurusan dakwah.

2. Tenaga
Seluruh pegawai Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dapat mengaplikasikan peralatan yang dimiliki Bimbingan Penyuluhan Islam, berupa elektronik. Namun secara khusus Jurusan Dakwah juga menugaskan beberapa orang staf untuk menjadi operator peralatan komunikasi tersebut sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, sehingga ada profesi tertentu yang harus ditangani oleh seseorang misalnya sistem informasi akademik.

3. Dana
Untuk operasionalisasi seluruh peralatan dan smber belajar yang dimiliki, Bimbingan Penyuluhan Islam, Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari menganggarkan dana melalui Dana DIPA baik berupa servis maupun operasional.

4. Kesesuaian dan kecukupan
Untuk tujuan jangka pendek, seluruh sistem peralatan dan informasi yang dimiliki oleh Jurusan Dakwah Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam disiapkan dana operasional melalui anggaran DIPA yang ada. Akan tetapi untuk tujuan jangka menengah dan jangka panjang sistem peralatan masih harus disiapkan dan menambah peralatan yang lebih canggih dan menambah dana yang mencukupi, antara lain sarana komunikasi antar ruang kuliah satu dengan ruang kuliah lain dan dengan gedung jurusan.

5. Hubungan dalam dan luar kampus
Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah terletak di lingkungan STAIN Sultan Qaimuddin Kendari berlokasi di Jl. Sultan Qaimuddin Kendari, yang mudah dijangkau oleh seluruh jalur angkutan kota Kendari. Secara geografis udaranya sejuk, hingga dapat menunjang suasana belajar mengajar. Kebutuhan akan tempat tinggal bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota juga didukung oleh pemukiman di sekitar kamus yang menyewakan rumah maupun tempat kost bagi mahasiswa.

Untuk sistem administrasi akademik, Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari telah menggunakan komputerisasi dalam pengelolaan dan penyimpanan berbagai data. Di samping itu, Jurusan Dakwah juga masih menyimpan dokumen tertulis yang menjelaskan berbagai aktivitas yang terjadi.

Dalam hal jaringan informasi, Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari telah memiliki sarana komunikasi, seperti telepon. dipergunakan maksimal untuk kepentingan pelayanan akademis dan informasi kegiatan Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah, di dalam maupun di luar kampus.

Aalisis SWOT
KEKUATAN • Keinginan kuat dari pimpinan jurusan untuk meningkatkan kinerja dan pemberian informasi berbasis komputer.
• Sarana informasi dan administrasi sudah menggunakan komputer baik untuk tenaga administrasi maupun strukturalnya.
KELEMAHAN • Mahasiswa/dosen belum terbiasa menggunakan sistem informasi.
• Saat ini sarana dan sumber daya masih kurang agar system informasi berbasis komputer terlaksana secara maksimal.
PELUANG • Mahasiswa dapat melihat informasi dan melakukan kegiatan transaksi administrasi dengan mudah.
• Mahasiswa maupun dosen dapat memberikan masukan ke arah peningkatan yang lebih baik.
• Pihak pengguna lulusan di manapun dapat melihat kompetensi mahasiswa yang nilainya di atas rata-rata.
TANTANGAN • Masih adanya penyalahgunaan sistem informasi yang dibuka untuk umum dan dapat merubah image masyarakat ke arah negatif.
KOMPONEN L
SISTEM JAMINAN MUTU

Secara internal, pengelolaan mutu dilakukan dengan cara:
Pertama, melalui proses seleksi dosen dalam mengampu mata kuliah tertentu. Untuk menjamin kualitas akademik, penempatan dosen pada mata kuliah disesuaikan dengan keahlian utama yang dimiliki, khususnya bagi dosen junior dan dosen yang masih berlatar belakang S1. Penempatan dosen pada mata kuliah tertentu yang tidak sesuai dengan keahlian utamanya diatur dengan beberapa syarat antara lain: harus S2 atau S3 dan memiliki keahlian yang diperoleh melalui workshop dan pelatihan yang intensif.

Kedua, pengelolaan mutu dilakukan dengan bimbingan akademik, melalui seminar dan lokakarya, serta pelatihan yang dilakukan oleh program studi maupun lembaga. Bimbingan dilakukan terutama pada proses penulisan proposal skripsi oleh ketua program studi dan sekretaris program studi dan ketika sedang menulis skripsi yang diberikan oleh pembimbing. Sedangkan pembimbing non akademis dilakukan oleh program studi dan lembaga, baik berupa kajian, bantuan bidang penyuluhan Islam, seminar atau lokakarya.

Ketiga, pengelolaan mutu juga dilakukan melalui kajian kurikulum oleh kelompok kerja kurikulum jurusan. Kelompok kerja Jurusan ini dibentuk oleh Pembantu Ketua I yang anggotanya terdiri dari para pakar yang ada di lingkungan STAIN Kendari dan bertujuan mengadakan monitoring dan evaluasi.

Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan cara analisis SWOT dan sekaligus melibatkan stakeholders, seperti mahasiswa. Adapun penjaminan mutu pada tingkat program studi dilakukan melalui cara penempatan dan melibatkan dosen jurusan yang berkualifikasi pendidikan magister dan doktor dengan mempertimbangkan keahlian dan profesionalistas. Dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan kualitas.

Untuk menjaga kualitas (quality assurance) program studi bersama dengan jurusan selalu mengadakan perbaikan internal sebagai tidak lanjut dari hasil evaluasi internal. Seperti yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa. Sedangkan evaluasi eksternal melalui saran dari alumni, lembaga atau LSM, hasil akreditasi dan sebagainya. Perbaikan yang demikian ini dilakukan melalui rapat koordinasi. Evaluasi yang demikian ini dilakukan bulanan dan bahkansetiap saat.

Dari tahun ke tahun mahasiswa yang memilih program studi Bimbingan Penyuluhan Islam mengalami peningkatan. Hal ini dapat kita lihat pada data sebagai berikut:

Tabel Data Mahasiswa Program Studi
Bimbingan Penyuluhan Islam dan Jenis Kelamin Angkatan

No Angkatan L P Jumlah
1 2002/2003 4 2 6
2 2003/2004 3 3 6
3 2004/2005 4 – 4
4 2005/2006 4 – 4
5 2006/2007 6 3 9
6 2007/2008 6 1 7
7 2008/2009 6 4 10
8 2009/2010 6 24 30
Jumlah 39 37 76

Sebagai upaya menjaga kualitas, program studi melibatkan kerjasama dengan STAIN dan juga BAN PT melalui akreditasi. Di samping itu, program studi Bimbingan Penyuluhan Islam juga berupaya mengintegrasikan aktivitas mahasiswa baik yang formal maupun non formal untuk meningkatkan kualitas akademik lulusan. Berbagai kebijakan juga dibuat dalam rangka meningkatkan kualitas akademik lulusan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.

Analisis SWOT
KEKUATAN • Komitmen pimpinan jurusan untuk terus meningkatkan kinerja dan pemberian informasi yang berbasis komputer.
• Sarana informasi dan administrasi sudah menggunakan komputer baik untuk tenaga administrasi maupun strukturalnya.
KELEMAHAN • Mahasiswa atau dosen belum seluruhnya terbiasa menggunakan sistem informasi yang disediakan.
• Saat ini sarana dan sumber daya masih kurang untuk sistem informasi berbasis komputer terlaksana secara maksimal.
PELUANG • Mahasiswa dapat melihat informasi dan melakukan transaksi administrasi di manapun.
• Mahasiswa maupun dosen dapat memberikan masukan ke arah peningkatan yang lebih baik.
• Pihak pengguna lulusan di manapun dapat melihat kompetensi mahasiswa yang nilainya di atas rata-rata.
TANTANGAN • Masih adanya penyalahgunaan sistem informasi yang dibuka untuk umum yang dapat mengarah kepada hal-hal yang negatif.

KOMPONEN M
PENELITIAN, PUBLIKASI, TESIS/DISERTASI,
DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

1. Penelitian dan publikasi
Penelitian merupakan bagian terpenting bagi pengembangan Keilmuan dosen program studi Bimbingan Penyuluhan Islam. Tidak kurang dari 5 dosen tiap tahun mendapatkan biaya penelitian dari proyek DIPA. Secara kuantitatif, penelitian mereka tidak sekedar melakukan pengujian (verifikasi) terhadap konsep-konsep yang sudah ada berkenaan dengan disiplin ilmu yang mereka geluti, tetapi juga sudah mengarah pada pengembangan (developmental). Di samping itu, ilmu-ilmu sosial maupun humaniora yang mereka gunakan semakin meningkatkan kualitas penelitian keagamaan mereka.

Sebagian hasil penelitian dan karya tulias mereka itu kemudian dipublikasikan melalui Jurnal Jurusan Dakwah Al-Munzir dan Al-Izza. (Lampiran 15)

2. Tesis/disertasi
Karya-karya yang merupakan tesis/disertasi dari dosen program studi Bimbingan Penyuluhan Islam dapat diakses di perpustakaan tingkat STAIN. (Lampiran 16)

3. Penerbitan buku dan jurnal
Di Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari mempunyai jurnal yakni Jurnal Al-Munzir. Di samping itu sarana kajian keilmuan yang intens dilakukan oleh Lembaga Kajian Ilmu-Ilmu Bimbingan Penyuluhan Islam yang telah menerbitkan buku-buku hasil kajian yang cukup penting dalam mengembangkan keilmuan khususnya ilmu dakwah, termasuk di dalamnya masalah bimbingan penyuluhan Islam. Buku-buku ini telah diterbitkan antara lain:
1) Al-Munzir, Jurnal Ilmu Komunikasi/Bimbingan Islam, Tahun 2008.
2) Ilmu Musthalah Hadis, Sulaemang L./Muh. Alifudin, Tahun 2007.
3) Simple English in Use, Hasan Basri Baddu, Tahun 2002.
4) Hadis Dakwah, Sulaemang L., Tahun 2007.
(Lampiran 17)

4. Pengabdian kepada masyarakat
Di bidang pengabdian masyarakat, program studi Bimbingan Penyuluhan Islam telah memiliki lembaga yang bernama Lembaga Kajian Ilmu-Ilmu Komunikasi dan Bimbingan Islam. Melalui lembaga-lembaga ini, dosen dan mahasiswa mengkaji beberapa disiplin ilmu yang berkaitan dengan Bimbingan Penyuluhan Islam. Selain itu, para dosen dan mahasiswa memberikan bantuan dan bimbingan masyarakat di bidang dakwah, bimbingan penyuluhan Islam dan lain-lain. (Lampiran 18)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Adanya komitmen dari pimpinan untuk terus meningkatkan kemampuan dosennya untuk meneliti dengan mengadakan pelatihan-pelatihan metode penelitian.
• Adanya dukungan dana untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik dari jurusan maupun STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
KELEMAHAN • Para dosen dan mahasiswa masih kurang dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat karena masih memiliki keterbatasan kompetensi dalam bidang penelitian.
• Kurangnya publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
PELUANG • Kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama di sekitar kampus dan di desabinaan STAIN Kendari.
• Hasil penelitian yang dihasilkan oleh dosen dapat dijual kepada pihak pengguna.
TANTANGAN • Dengan kurangnya karya ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen maka nilai tambah yang dilihat oleh pihak lain menjadi berkurang.
• Image bahwa kampus adalah gudang ilmu pengetahuan akan hilang.

KOMPONEN N
LULUSAN DAN KELUARAN LAINNYA

Perkembangan lulusan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam mengalami peningkatan sesuai yang diharapkan. Hal ini terlihat pada peningkatan indeks prestasi kumulatif lulusan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.

Proses kelulusan pada program studi Bimbingan Penyuluhan Islam pada Jurusan Dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari, rata-rata ditempuh dengan jangka waktu 9 semester sampai 10 semester. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kompetensi mahasiswa dalam proses akademik sangat kompetitif. Sampai tahun 2010, program studi Studi Bimbingan penyuluhan Islam Jurusan Dakwah telah meluluskan 22 orang sarjana dengan indeks prestasi rata-rata (IPK) 3,33 dengan IPK tertinggi 3,60 dan IPK terendah 2,57. Para lulusan tersebut telah banyak yang melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi (S2 dan S3). Bagi para lulusan yang belum sempat melanjutkan studi, banyak diantara mereka yang terjun ke dunia bisnis, politik, jurnalistik, pegawai negeri sipil, pengacara dan bahkan ada yang terjun ke dunia militer. (Lampiran 19)

Analisis SWOT
KEKUATAN • Jumlah mahasiswa yang akan melaksanakan tugas akhir dari tahun ke tahun semakin tinggi.
• Terdapat komitmen tinggi dari pimpinan jurusan untuk senantiasa memperbaiki sarana dan prasarana kepada perbaikan mutu tamatan.
KELEMAHAN • Para lulusan yang dihasilkan sebagian besar sudah bekerja akan tetapi tidak menginformasikan ke jurusan sehingga pelacakan tidak dapat dilakukan secara maksimal.
• Belum ada kerjasama dengan pihak pengguna untuk memanfaatkan out put yang mempunyai nilai di atas rata-rata. Banyak pihak pengguna lulusan yang belum mengenal jurusan dakwah STAIN Sultan Qaimuddin Kendari.
PELUANG • Masih mungkin diadakan kerjasama dengan pihak pengguna lulusan dalam merekrut tenaga kerja sehingga para lulusan akan berlomba untuk mendapatkan prestasi belajar yang tinggi.
• Diadakan pelatihan pembekalan teknis kepada mahasiswa yang lulus.
TANTANGAN • Tingkat persaingan semakin tinggi dalam merebut pasar kerja, sehingga para alumni berpotensi menjadi sarjana pengangguran.

ANALISIS SWOT
PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM

STRATEGI PEMANFAATAN SITUASI KEKUATAN KELEMAHAN
PELUANG • Posisi Jurusan Dakwah sebagai PTAIN tertua di Kendari sangat memungkinkan bagi berkembangnya Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
• Komitmen kuat dari STAIN Sultan Qaimuddin Kendari dan Jurusan Dakwah, tempat yang strategis dengan sarana dan prasarana yang baik, biaya perkuliahan murah, sistem informasi yang baik, perkuliahan dengan dosen yang memadai memungkinkan dikembangkannya program studi Bimbingan Penyuluhan Islam. • Diperlukan jalinan komunikasi dengan alumni yang kuat, khususnya yang sudah tersebar di berbagai organisasi agar dapat memediasi dengan dunia kerja sekaligus memberikan informasi mengenai kesempatan kerja.
• Biaya perkuliahan yang murah memungkinkan dosen tidak mau maju/statis, ini dapat mengakibatkan turunnya mutu pendidikan, harus ada upaya dari pihak yang bersangkutan untuk dapat menaikkan image baik dari masyarakat.
TANTANGAN • Tenaga edukatif dari berbagai latar belakang pendidikan/ profesi yang memadai diperlukan kualitas dan kualifikasi secara terus menerus melalui pendidikan formal, pelatihan, penelitian, seminar, workshop, dan lain-lain agar dapat meningkatkan image baik di masyarakat.
• Adanya sarana komputerisasi dan internet yang memungkinkan penyampaian informasi dan dapat disalahgunakan oleh mahasiswa untuk mengakses informasi dan hal–hal negatif, oleh karena itu perlu dibuatkan program pengamanan dengan aturan yang jelas. • Lebih banyak melakukan seminar, workshop, studi banding dengan perguruan tinggi lain, sehingga dapat diketahui eksistensi Jurusan Dakwah dalam dunia pendidikan.
• Kurangnya kerjasama dengan pihak luar menutup kemungkinan diberikannya dana dari pihak ketiga bagi penelitian dosen dan kegiatan mahasiswa yang saling menguntungkan antara berbagai pihak.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: